Thursday, April 30, 2009

Flu Babi (Swine Flu) yang disebabkan virus H1N1, saat ini telah menelan 149 korban meninggal dunia di Meksiko dan menyerang 1.600 orang lainnya. Adapun negara-negara lain yang dilaporkan adanya kasus Flu Babi diantaranya ; Austria (1 kasus), Kanada (13 kasus), Jerman (3 kasus), Israel (2 kasus), New Zeland (3 kasus), Spanyol (4 kasus) dan di Inggris (5 kasus)selain di Meksiko dan Amerika Serikat.
Yussef Mendkar mengatakan bahwa seluruh doctor di Kuwait baik sektor Pemerintah maupun swasta telah diberikan order untuk segera me-refer semua pasien yang diduga mengalami gejala kearah flu babi ke Infectious Diseases Hospital untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindakan lanjutan.
Mendkar mengatakan, Kuwait memiliki 10 juta obat "Tamiflu" yang dianggap cukup untuk merawat 1 juta pasien flu. Mendkar juga menyampaikan bahwa sampai saat ini Kuwait tidak mengeluarkan larangan penerbangan kenegara manapun, namun demikian dianjurkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak bepergian (travel) ke negar-negara yang telah diketemukan kasus Flu Baby tersebut.
Menteri kesehatan di negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council) rencananya akan mengadakan pertemuan di Doha pada hari sabtu yang akan datang dalam rangka membahas lebih lanjut upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi kemungkinan penyebaran kasus Flu Babi dan pemutusan mata rantai penularanya. (http://www.kuwaittimes.net)
Di Indonesia sendiri Depkes telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan agar Flu Babi tidak masuk ke Indonesia dan antisipasi penanggulangnnya. Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Ditjen P2PL Depkes dr. Rita Kusriastuti, M.Sc. menyatakan Depkes telah mendistribusikan ke seluruh Puskesmas, RS rujukan flu burung, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Dinkes Kab/Kota dan Provinsi kapsul Oseltamivir yang pada dasarnya sama dengan obat untuk penanggulangan flu burung H5N1. Sedangkan di Depkes juga masih tersedia sekitar 40 ribu dosis oseltamivir.
Depkes juga menyiapkan 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani kasus flu babi. Tiap rumah sakit memiliki ruang isolasi pasien, ventilator, obat dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya termasuk APD (Alat Pelndung Diri) bagi petugas kesehatan, jelas dr. Rita.
Gejala flu babi mirip dengan flu burung, yaitu demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare. Cara penularannya melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. (http://www.depkes.go.id)
Labels: Info, Kesehatan, Penyakit
Baca Selengkapnya...