|
|
Selamat datang di website Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K).
INNA-K terbentuk pada tanggal 11 Mei 2006 dengan kepengurusan yang tersebar di beberapa region negara Kuwait. Persatuan Perawat Indonesia di Kuwait sebelumnya telah terhimpun dalam satu wadah organisasi yang bernama APIK (Assosiasi Perawat Indonesia di Kuwait) sejak tahun 1994, Berdasarkan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepengurusan organisasi periode 2006 - 2008 dan perwakilan anggota dari masing-masing region, Maka APIK berganti dengan nama INNA-K.
Website ini dibentuk dengan tujuan sebagai media informasi dan komunikasi melalui berbagi informasi dan berkomunikasi sesama Perawat tentang profile Perawat, Keperawatan dan Kesehatan dengan komunitas Keperawatan dan masyarakat luas, baik dalam lingkup Kuwait maupun International. Semoga kunjungan Anda bermanfaat dan dapat mengkomunikasikan informasi yang didapat pada rekan sejawat maupun masyarakat luas nantinya.
Atas nama Ketua Organisasi INNA/PPNI cabang Kuwait periode 2012 - 2017, Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Website ini jauh dari kesempurnaannya, saran dan komentar Anda untuk kesempurnaannya merupakan kontribusi yang berharga bagi kami. Website ini adalah milik kita bersama, untuk itu diharapkan kepada Anda untuk membantu menyebarluaskan website ini kepada rekan sejawat dan masyarakat luas. Selamat bertugas! Semoga menjadi amal ibadah kita semua.
Hormat Kami,
Zulkifli Abdullah Usin, SKM
|
Tuesday, February 4, 2014
Hari Kanker Sedunia
Jakarta, Bukan rahasia lagi jika kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Prediksi
WHO berdasar penelitian 2005, kelak di tahun 2030, jumlah kematian akibat kanker menjadi tiga kali lipat yaitu 17 juta kasus, jumlah kasus baru menjadi 27 juta dari angka awal yaitu 11 juta. Kemudian, jumlah survivor meningkat dari 25 juta menjadi 75 juta orang.
"Kanker itu seperti gunung es, kasus yang muncul di permukaan sedikit padahal di bawahnya banyak sekali masalah yang belum tersentuh. Maka dari itu, harus ada pencegahan kanker yang memiliki pijakan berupa registrasi," tutur dr Drajat R Suardi, SpB(K) Onk dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (
POI).
Menurutnya, pijakan pencegahan kanker harus dimulai dengan registrasi kanker meskipun diutarakan dr Drajat saat ini masih dilakukan Hospital Based dan belum menyentuh masyarakat. Tapi kini, Kemenkes juga sudah mulai melangkah ke ranah Community Based Medication.
Hal itu disampaikan dr Drajat dalam temu media 'Kanker dan Upaya Pengendaliannya' di kantor Kemenkes, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014).
Untuk mencegah kanker khususnya di negara berkembang diturutkan dr Drajat masih ada kendala berupa dilema antara lain sumber daya manusia yang terbatas, pengetahuan masyarakat mengenai kanker masih timpang, jumlah penyakit akibat infeksi masih tinggi, dan wilayah jangkauan yang masih luas.
"Maka diperlukan strategi misalnya seperti beberapa waktu lalu saya blusukan ke Sorong, di sana nggak ada patolog. Maka, kita dorong dinas setempat untuk mendidik dua ahli laboratorium sehingga nanti bisa dilakukan pengecekan darah di sana," jelas dr Drajat.
Hal ini menurut dr Drajat perlu dilakukan karena untuk melakukan pencegahan kanker diperlukan diagnosa patologi.
Tak hanya itu, kerja sama dari instansi terkait juga dibutuhkan, terutama dari pihak Kementerian Kesehatan yang disebut dr Drajat berperan sebagai director.
Hal ini diamini Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Eko mengatakan Kemenkes tidak hanya bermitra dengan organisasi profesi saja tapi juga dengan para survivor kanker.
"Survivor bisa jadi seorang juru bicara yang jelas dalam artian mereka bisa jadi contoh nyata bahwa meskipun terkena kanker, kalo bisa tetap menjalani pengobatan dengan baik maka kanker bisa disembuhkan. Begitu pula dengan pentingnya deteksi dini," tutur Eko.
Sumber : DetikHealth.Com
Labels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Thursday, July 18, 2013
Jakarta, Paparan sinar matahari bagus untuk meningkatkan kadar
vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Namun di sisi lain, radiasi yang dihasilkan bisa membuat kulit rusak. Misalnya pada kasus seorang pria yang sisi kiri wajahnya terlihat lebih tua dari sisi kanannya.
Jurnal ilmiah
The New England Journal of Medicine menerbitkan sebuah foto mengejutkan yang menggambarkan wajah seorang pria berusia 69 tahun. Pria yang bekerja sebagai pengemudi truk ini mengalami dermatoheliosis unilateral, yaitu kerusakan kulit parah akibat paparan sinar ultraviolet pada salah satu sisi wajah.
Sisi wajah bagian kiri pengemudi yang tak disebutkan namanya ini mengalami penuaan dini, atau menua sebelum waktunya, karena rusak akibat sinar matahari. Penyebabnya adalah sinar Ultraviolet A yang menembus jendela samping pengemudi. Walau jendela ditutup rapat setiap hari, sinar matahari tetap bisa menembus.
Seperti dilansir New York Daily News, Minggu (7/7/2013), pria tersebut mengemudikan truk pengiriman barang sejak 28 tahun yang lalu. Selama waktu itu, sinar ultraviolet A menembus kaca jendela dan mengenai sisi kiri wajahnya sepanjang hari, sehingga merusak lapisan terluar dan sub lapisan kulitnya.
Tak hanya itu, pria ini juga mengalami penebalan dan pengenduran kulit yang luas karena serat elastis pada sisi kiri wajahnya sudah hancur. Walaupun tidak ditemukan adanya kanker kulit, dermatoheliosis diketahui berkaitan dengan mutasi tertentu yang dapat mengakibatkan melanoma, salah satu jenis kanker kulit.
Tempat pengemudi pada kendaraan di Eropa umumnya berada di sebelah kiri, berbeda dengan kendaraan Asia yang setirnya di sebelah kanan. Inilah sebabnya sisi wajah yang rusak pada sopir tersebut adalah di bagian kiri. Sedangkan wajah bagian kanan yang selalu berada pada bagian dalam truk tak langsung terkena sinar matahari, sehingga tak mengalami kerusakan.
Menurut dokter, kondisi yang dialami pria ini menyerupai sindrom Favre-Racouchot, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan benjolan putih atau kista dan benjolan daging yang besar, serta komedo. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pria tersebut disarankan menggunakan sun block, retinoid oles dan menjalani pemeriksaan rutin untuk mengawasi timbulnya kanker kulit.
Sumber : Detik.Com (Putro Agus Harnowo - detikHealth).
Labels: Info, Kesehatan, Penyakit
Baca Selengkapnya...
Wednesday, February 13, 2013

Kawan semua, seperti yang telah kita ketahui pemerintah akan memberlakukan Sistem Kesehatan Nasional yang baru yang akan dilaksanakan per tanggal 1 Januari 2014 dibawah nama SJSN atau Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tapi, apakah kawan semua tahu apa itu SJSN? Terlebih lagi apa yang dimaksud dengan BPJS itu? Nah, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dasar yang berkaitan dengan SJSN, dan tentunya sebagai tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan terutama keperawatan harus mengetahui sedikitnya konsep dari sistem ini.
SJSN merupakan sebuah sistem perlindungan sosial yang diharapkan mampu memberikan manfaat berupa jaminan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia. Hal ini didasarkan pada Amandemen Undang-undang Dasar 1945 pasar 28H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2 yang diwujudkan dalam penyusunan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004. Bentuk jaminan sosial ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kesehatan yang paling penting.
Sifat dari jaminan ini adalah wajib, selaras dengan tujuan pembentukan Negara Indonesia yang menganut paham Negara kesejahteraan atau welfare state. SJSN memiliki turunan yaitu Sistem Kesehatan Nasional, yang memiliki target seluruh lapisan masyarakat dan penduduk Indonesia terjamin kesehatannya dengan sistem ini. Jika di Indonesia terkenal dengan SKN, maka di Amerika dikenal dengan Obama Care, yang pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama yaitu universal health coverage. Miniatur kecilnya adalah Sistem Jaminan Kesehatan milik Pemda DKI, namun SKN akan lebih luas lagi dan lebih kompleks.
Lalu bagaimana dengan pembiayaan dan pengelolaan? Karena sistemnya terpusat, maka maka konsep pembiayaan dan pengelolaan akan menjadi satu dan ditangani oleh satu badan yaitu BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan inilah yang menjadi satu-satunya “Asuransi Negeri” bagi seluruh penduduk Indonesia. Semua jaminan sosial termasuk kesehatan, BPJS lah yang mengatur, tidak ada lagi pihak Askes atau Jamsostek.
Seperti yang disinggung diatas, sistem kesehatan nasional memiliki dua komponen penting, aspek pendanaan dan layanan kesehatan. Komponen pendanaan ini menggambarkan dan mengatur sumber-sumber keuangan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk Indonesia. Nah, sumbernya terdiri dari 5; pendanaan langsung dari masyarakat yang dibayarkan secara langsung kepada fasilitas kesehatan, dana dari pemerintah atau Pemda, pembayaran iuran asuransi wajib yang diatur dalam UU SJSN, pendanaan dari pihak luar seperti pemberi kerja atau peserta asuransi, dan bantuan dari dalam maupun luar negeri.
Sumber pendanaan dari iuran wajib nantinya akan dikelola oleh BPJS, sementara pendanaan dari kantong perorangan/keluarga, pemberi kerja baik langsung atau melalui asuransi kesehatan swasta akan menjadi sumber dana tambahan untuk layanan kesehatan perorangan. Sedangkan dana dari pemerintah/Pemda akan tetap diperlukan sebagai bantuan iuran bagi penduduk miskin dan tidak mampu serta pendanaan program kesehatan masyarakat yang bukan bersifat perorangan.
Komponen layanan kesehatan dalam konteks penyediaan layanan kesehatan untuk perorangan, BPJS Kesehatan akan “membeli” layanan kesehatan dari fasilitas kesehatan umum dan swasta dengan harga yang dinegosiasikan per tingkat wilayah. Sehingga “harga” per wilayah bervariasi tergantung dari wilayah tersebut. Karena BPJS Kesehatan akan membeli sejumlah layanan kesehatan umum maupun swasta, maka diharapkan pihak swasta suatu saat nanti membuka akses layanan kesehatan di daerah, karena semakin ke daerah, “harga” layanannya berbeda dengan di kota atau pusat.
Inilah yang menjadi konsep harapan ekuitas dalam kesehatan, sehingga akses pelayanan kesehatan benar-benar mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Dengan demikian, BPJS memiliki peranan yang penting dalam mengatur kesejahteraan penduduk Indonesia.
Itulah gambaran sedikit mengenai Sistem Kesehatan Nasional yang akan diterapkan pada tahun 2014 nanti. Semoga dengan adanya sistem ini, jaminan kesehatan penduduk Indonesia menjadi lebih besar dan terlindungi semuanya, tanpa memandang kasta sosial. Seluruh penduduk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang sama, dengan fasilitas yang sama setiap kelas, tidak ada perbedaan, kecuali membeli sejumlah layanan tingkat lanjut yang eksklusif yang tidak disediakan oleh BPJS.
By : Hedy Hardiana, Sumber : Perawat Online
Labels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Saturday, February 9, 2013
KEMENTERIAN KESEHATAN RI MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA TENAGA KESEHATAN DI SELURUH INDONESIA YANG BERAGAMA ISLAM, UNTUK MENJADI PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA TAHUN 2013 M/1434 H.
SEBELUM MELAKUKAN REGISTRASI ONLINE, SELURUH PEMINAT WAJIB MENYIMAK SELURUH KETENTUAN, KEMUDIAN MENG KLIK “SAYA MENYETUJUI DAN MEMATUHI PERSYARATAN INI” PADA BAGIAN BAWAH BACAAN.
- Silahkan unduh Surat Pengumuan disini
- Silahkan unduh Jadwal Rekrutmen disini
- Silahkan unduh Persyaratan disini
- Silahkan unduh Petunjuk Registrasi Online disini
- Silahkan unduh Daftar Kelengkapan Dokumen disini
- Silahkan unduh Contoh Form Surat disini
- Silahkan unduh daftar PO BOX dapat diunduh disini
HAL – HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN :
- Pendaftar TIDAK DIPUNGUT BIAYA administrasi Rekrutmen.
- Pendaftar diperbolehkan mendaftar SATU KALI. Pendaftar dengan Registrasi lebih dari satu kali dinyatakan DISKUALIFIKASI.
- Pendaftar diminta menggunakan satu alamat surat elektronik (e-mail) sebagai syarat pendaftaran. Surat Elektronik (e-mail) akan digunakan sebagai syarat pendaftaran, pengumuman peserta latih, pemanggilan pelatihan dan diseminasi informasi lainnya. Untuk itu, harap pendaftar dapat mengecek e-mail pribadi secara rutin.
Sumber : puskeshaji.depkes.go.id/web/
Labels: Info, Kesehatan, Pengumuman
Baca Selengkapnya...
Friday, February 1, 2013
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan zat baru dalam kasus Raffi Ahmad Cs,
derivat cathinone yang dinamakan Methylone.
Zat ini rupanya memiliki bahaya melebihi narkotika yang sudah umum beredar di masyarakat, seperti ekstasi, heroin, atau sabu. Bahaya kejang tidak terkontrol sampai dengan meninggal dunia mengintai siapapun korban yang menyalahgunakan zat tersebut.
"Perlu kita waspadai, efeknya ini yang sangat mengerikan. Dampak bahayanya lebih dasyat dan bahaya dibanding ekstasi atau sabu yang struktur dasarnya MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine)," kata ahli Farmasi Kimia Mufti Djusnir, di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2013).
"Dia mempengaruhi adrenalin yang kuat, bersifat psikoaktif, sehingga efek farmokologi yang ditimbulkan kejang yang tidak terkontrol sampai dengan mual-mual, muntah, pusing. Kalau sampai OD (over dosis) maka senyawa metilon (Methylone) dapat melakukan debar jantung dan berakibat keram jantung, dan berakibat kematian," papar Mufti.
Zat yang ditemukan di tubuh Raffi Cs itu, terangnya, jauh lebih dulu ditemukan ketimbang zat yang terkandung di dalam ekstasi dan sabu.
Methylone sendiri merupakan gugusan molekul dari struktur dasar molekul Cathinone. Methylone sendiri memiliki sifat adiktif bila dikonsumsi. Namun dosis yang digunakan tergantung tingkat toleransi masing-masing penyalahguna. Bila pecandu itu tidak mampu memenuhi kebutuhan candunya itu, maka dia akan merasa gelisah dan berhalusinasi.
"Jadi adiksinya itu sangat kuat," jelasnya.
Andri Haryanto - detikNewsLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Friday, June 24, 2011
Jakarta, Untuk mendapatkan pengobatan kanker dengan terapi mutakhir, biasanya pasien harus rela berobat ke luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Tapi kini pasien kanker tak perlu jauh-jauh ke Singapura, karena rumah sakit di Indonesia sudah punya alat radioterapi canggih
Linac Rapid Arc.
Sekitar 70 persen pasien yang berobat ke Singapura adalah pasien dari Indonesia. Fasilitas pengobatan yang canggih dan menjanjikan membuat pasien-pasien Indonesia rela berobat jauh hingga ke negeri singa tersebut.
Tapi untuk radioterapi dengan teknik mutakhir, pasien kanker tak perlu jauh-jauh berobat ke Singapura, karena sejak 28 April 2011 lalu, rumah sakit Indonesia sudah memiliki pesawat Linear Accelerator dengan kemampuan teknik Rapid arc.
"Pesawat Linear Accelerator dengan teknik Rapid arc atau volumetric arc therapy adalah relatif baru dan pertama di Indonesia. Alat ini baru ada satu-satunya di Indonesia, hadir di MRCCC," papar Dr. Fielda Djuita, SpRad (K) Onk, spesialis radiasi onkologi MRCCC Siloam Hospitals, saat acara seminar 'Deteksi Dini dan Teknologi Baru dalam Terapi Kanker' di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta, Jumat (24/6/2011).
Menurut Dr Fielda, teknik radioterapi mutakhir ini memungkinkan radiasi dengan satu putaran gantry mengelilingi tubuh pasien, sehingga memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
Dr Fielda menyebutkan keuntungan teknik radioterapi ini antara lain:
- Dosis yang diberikan lebih homogen
- Dapat dibentuk sesuai organ yang diradiasi
- Menghindari jaringan sehat sekitar sel tumor atau kanker
- Waktu radiasi lebih singkat sehingga mencegah perubahan posisi pasien dan mengurangi efek samping
- Secara radiobiologi lebih menguntungkan dan efek samping jauh lebih kecil dibandingkan teknik lainnya.
"Sekarang nggak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia alat ini sudah ada. Harganya juga lebih murah dibandingkan ke Singapura. Dan pasien juga nggak perlu menghabiskan banyak uang untuk biaya hidup dan transportasi yang mahal di Singapura. Kita punya alat dan ahlinya disini, ngapain jauh-jauh kesana," lanjut Dr Fielda yang juga berpraktik di RS Kanker Dharmais.
Berbeda dengan teknik konvensional yang biasa dilakukan, teknik Rapid arc ini langsung menargetkan sel kanker sesuai dengan bentuknya, sehingga bisa digunakan untuk meradiasi sel kanker yang kecil dan sulit dijangkau tanpa mengenai sel sehat disekitarnya.
"Dengan harga 45 persen lebih mahal dibandingkan teknik radioterapi lainnya, teknik Rapid arc ini memberikan akurasi sampai 95,5 persen lebih besar. Dan sangat baik dilakukan untuk sel kanker dengan ukuran kecil dan sulit dijangkau," lanjut Dr Fielda.
Dr Fielda juga menyampaikan bahwa kebutuhan terapi radiasi di Indonesia sangat banyak. Menurut data Astro (2008), diperkirakan ada 151.800 pasien yang membutuhkan terapi radiasi per tahun, yang mencakup 66 persen dari seluruh pasien kanker.
Namun data tahun 2010 menyebutkan baru ada 14.553 pasien yang terlayani per tahun, yang artinya di Indonesia tidak sampai 10 persen pasien kanker yang terlayani mendapatkan terapi radiasi.
"Pasien yang butuh terapi radiasi itu banyak, kadang harus mengantre sampai 6 bulan, ya keburu kankernya menyebar kemana-mana. Jadi dengan adanya alat ini kita membantu banyak pasien kanker," jelas Dr Fielda.
Sejak mulai beroperasi sejak bulan April 2011, Dr Fielda mengatakan hingga sekarang sudah ada sekitar 35 pasien yang melakukan terapi radiasi dengan Linac arc ini, yang rata-rata adalah pasien dari luar negeri.
"Kita belum Grand Opening jadi mungkin belum banyak orang yang tahu. Tapi izin sudah ada dan kita sudah bisa beroperasi. Jadi nggak perlulah jauh-jauh ke Singapura kalau mau terapi radiasi Rapid arc, disini juga ada, biaya juga lebih murah," tutur Dr Fielda.
Alat Diagnosa Baru
Selain Linac Rapid arc, teknologi baru lainnya yang sudah ada di Indonesia adalah PET-CT (Positron Emission Tomography-Computed Tomography). Berbeda dengan Rapid arc, PET-CT adalah alat baru untuk diagnosis dini, deteksi dan monitoring terapi kanker.
"Secara komprehensif, PET-CT dapat memberikan informasi dan diagnosa yang tepat dari kanker, deteksi dini akan terulangnya penyakit kanker dan monitoring terapi," jelas Dr Eko Purnomo, SpKN, spesialis kedokteran nuklir dari RS MRCCC.
PET-CT dapat mendeteksi secara tepat penyebaran kanker guna menentukan metode penyembuhan yang tepat untuk pasien. Keunggulan lain, gambar yang dihasilkan dapat menjelaskan seluruh sistem atau fungsi organ dalam tubuh.
"PET-CT aman digunakan dimana hasil studi mendapatkan bahwa eksposure radiasinya sama dengan X-ray CT," tutup Dr Eko.
Sumber: DetikHealth.ComLabels: Kesehatan, Perkembangan Medis
Baca Selengkapnya...
Thursday, January 27, 2011
Jakarta, Beberapa orang kadang lebih memilih menggunakan
vitamin C dalam bentuk suntik (injection) dibanding dengan yang oral karena efeknya lebih cepat terasa. Sebenarnya kapan vitamin C suntik boleh digunakan?
"
Vitamin C suntik atau injection hanya boleh digunakan pada kondisi medis khusus. Kalau masalah efektivitas, vitamin C suntik memang lebih efektif dibandingkan dengan yang oral," ujar Dr Pedro P Perez, PhD, ilmuwan dan peneliti dari AS dalam acara diskusi tentang pengembangan teknologi farmasi dibidang multivitamin di Jakarta, Rabu (26/1/2011).
Vitamin C dalam bentuk suntik lebih efektif karena ia masuk ke pembuluh darah dan langsung ke sel yang dituju, sedangkan untuk vitamin C oral prosesnya lebih panjang dan lebih lama di dalam tubuh.
Untuk vitamin C suntik misalnya digunakan setelah seseorang dioperasi, tapi jika ia sudah bisa menelan maka ia akan diberikan vitamin C bentuk oral kembali.
Sebaiknya masyarakat tidak boleh menggunakan vitamin C suntik ini secara sembarangan karena ada efek samping tertentu dan biasanya termasuk ke dalam obat yang diresepkan oleh dokter atau bukan obat yang bisa dibeli bebas.
Vitamin C Generasi Terbaru
Selama ini vitamin C yang terkandung pada beberapa multivitamin berada dalam bentuk asam askorbat atau bentuk esternya, tapi kini ada vitamin C generasi terbaru yang terbuat dari bahan-bahan alami yaitu PureWay-C.
"PureWay-C merupakan vitamin C yang 100 persen natural, untuk vitamin C nya berasal dari jagung, bioflavanoidnya berasal dari citrus dan untuk lipid metabolitnya berasal dari tanaman padi," ungkap Dr Pedro yang merupakan penemu dari PureWay-C ini.
Dr Pedro menuturkan kandungan lipid metabolit yang terkandung dalam PureWay-C ini menjadikannya bekerja lebih cepat di dalam tubuh dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan jenis vitamin C lainnya.
Umumnya jenis vitamin C yang sekarang ini ada hanya bisa larut di dalam air saja, sedangkan PureWay-C karena ia mengandung asam lemak maka vitamin ini juga bisa larut di dalam lemak yang membuatnya mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh seseorang.
Keuntungan lainnya adalah jika seseorang sedang sakit maka PureWay-C membantu menurunkan radang (memiliki sifat anti-inflamasi) sehingga proses penyembuhannya menjadi 60 persen lebih cepat dibanding vitamin C biasa. Serta memiliki tingkat keasaman yang sama dengan lambung sehingga tidak mengiritasi atau aman bagi lambung.
"Secara umum jenis vitamin C terbaru ini aman untuk dikonsumsi oleh siapa pun karena kandungannya 100 persen alami," ungkap Dr Pedro yang mendapat gelar PhD dari Florida Internasional University 1998. (ver/ir)
Sumber : DetikHealth.ComLabels: Kesehatan, Penemuan
Baca Selengkapnya...
Friday, January 21, 2011
Oslo, Termometer lazimnya digunakan untuk mengukur suhu tubuh saat demam. Tapi teknologi baru menciptakan termometer tenaga baterai yang bisa digunakan untuk mengurangi risiko luka dan amputasi pada penderita
diabetes.
Penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada saraf dan pembuluh darah, karena dihadapkan paparan gula darah tingkat tinggi. Kerusakan saraf ini dapat menyebabkan hilang rasa pada kaki (
baal), yang berarti penderita diabetes tidak merasa sakit saat terluka atau melepuh.
Bila luka tersebut tidak diobati maka dapat berkembang menjadi borok dan infeksi serius. Dalam beberapa kasus, luka dapat tetap terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi yang mengancam jiwa atau tindakan terakhir harus diamputasi.
Nah, perangkat baru berupa termometer bertenaga baterai yang dikembangkan oleh Diabetica Solutions berbasis di AS ini dapat digunakan oleh penderita diabetes dan penyakit
karena kerusakan saraf.
Gadget ini menggunakan cahaya inframerah untuk mengatur perubahan suhu, biasanya digunakan di kaki karena paling rawan terjadi luka pada pasien diabetes. Perubahan suhu ini menandakan adanya peradangan dan kerusakan.
"Ada bukti yang menunjukkan bahwa perubahan suhu dapat mengidentifikasi adanya tanda-tanda neuropati (kerusakan saraf)," jelas Cathy Moulton, penasehat klinis di Diabetes UK, dilansir Dailymail, Jumat (21/1/2011).
Gadget ini dirancang untuk digunakan sehari-hari, yang memungkinkan pasien melakukan pemeriksaan pada enam lokasi di kaki dan membandingkan perubahan suhu yang terjadi.
Pembacaan dengan menggunakan termometer ini dapat membantu mengingatkan pasien diabetes bahwa ia akan mengalami luka, bahkan sebelum luka tersebut muncul pada permukaan kulit. Hal ini memungkinkan pasien mencari pertolongan medis segera.
Untuk mengurangi risiko luka yang dapat menyebabkan amputasi, Diabetes UK merekomendasikan bahwa orang dengan diabetes secara teratur memeriksa kakinya dan melihat adanya perubahan warna, kerusakan kulit, bengkak dan jika kaki terasa sangat panas atau dingin.
Sekarang uji coba klinis yang lebih besar sedang berlangsung di Oslo University Hospital, di Norwegia. (mer/ir)
Sumber: DetikHealth.comLabels: Kesehatan, Perkembangan Medis
Baca Selengkapnya...
Saturday, December 25, 2010

Para ahli nutrisi selalu menyarankan tiga jenis makanan sehat yang wajib dikonsumsi yakni buah, sayur, dan ikan. Tapi, apakah ikan yang diolah dengan cara digoreng termasuk dalam makanan sehat?
Ternyata tidak. Paling tidak menurut sebuah penelitian yang melihat kaitan antara konsumsi ikan dan penyakit stroke. Survei yang dilakukan di wilayah yang disebut "sabuk stroke" di Amerika, yakni Carolina, Arkansas dan Lousiana, karena tingginya penderita stroke di daerah ini, menemukan mayoritas penduduk rutin makan ikan, tapi diolah dengan cara digoreng.
Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat akibat sumbatan di pembuluh darah. Akibatnya sel-sel saraf yang butuh oksigen menjadi mati. Semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya hipertensi dan kolesterol tinggi, juga bisa menyebabkan stroke.
Menurut penelitian, 32 persen penduduk di wilayah "sabuk stroke" mengonsumsi ikan goreng dua kali seminggu, bahkan lebih, dibanding penduduk di wilayah lainnya.
Dr.Fadi Nahab, direktur program stroke dari Emory University Hospital, menyebutkan menggoreng akan menyebabkan manfaat pencegahan stroke dari ikan ikut hilang.
Sebuah studi yang dilakukan di Spanyol menemukan, ketika digoreng kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 yang terdapat dalam ikan akan menghilang dan digantikan oleh lemak yang tidak sehat. Hal ini terutama pada ikan laut dalam, seperti ikan salmon. Pada ikan jenis lain, penurunan omega-3 yang terjadi memang tidak sebanyak ikan laut dalam.
"Mengonsumsi ikan saja tidak cukup. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan," kata Nahab. Alih-alih digoreng, ia menyarankan agar ikan dikukus, dibakar, atau dibuat sup.
Sumber : KompasHealthLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Monday, November 15, 2010
Jakarta, Sabun antibakteri yang menjanjikan dapat membunuh kuman tampaknya sudah tidak asing lagi di masyarakat. Tetapi sudah banyak pula penelitian yang menyatakan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban dapat membahayakan kesehatan manusia dan juga lingkungan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban diduga
dapat merusak organ reproduksi, menurunkan kualitas sperma, serta produksi tiroid dan hormon seks.
Triclosan dan triclocarban telah dikaitkan dengan gangguan endokrin, dengan dampak potensial yang merugikan perkembangan seksual dan saraf.
Selain dalam sabun antibakteri, triclosan juga sering dipakai dalam pasta gigi dan kosmetik. Bahkan saat pertama kali ditemukan 50 tahun lalu, senyawa ini juga digunakan untuk membersihkan permukaan kulit saat operasi.
Penelitian lain menemukan bahwa kandungan triclosan pada pasta gigi yang seharusnya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, malah dapat menyebabkan kuman-kuman makin kebal terhadap antibiotik.
Penelitian laboratorium menunjukkan senyawa ini dapat menyebabkan mutasi gen pada beberapa jenis bakteri, di antaranya E coli, salmonella dan listeria. Dikhawatirkan mutasi itu akan membuat pengobatan infeksi menjadi tidak efektif.
Tak hanya itu, penelitian terbaru juga menemukan bahwa triclosan dan triclocarban dapat merusak lingkungan, terutama menyebabkan polusi air dan tanah.
Dilansir Medindia, Senin (15/11/2010), limbah triclosan dan triclocarban yang terbawa oleh air akan bercampur dengan tanah dan lingkungan air alami. Limbah triclosan dan triclocarban ini berbahaya karena tidak dapat terurai selama berbulan-bulan bahkan hingga tahunan.
Bahan kimia dari senyawa ini terdiri dari struktur cincin benzena yang terklorinasi, sehingga membuatnya sangat sulit untuk dipecah atau terurai.
Selain itu, kedua senyawa ini juga menolak air atau hidrofobik, cenderung menempel pada partikel, sehingga mengakibatkan penurunan ketersediaan proses dan merusak fasilitasi transportasi jangka panjang dalam air dan udara.
Bahkan sebuah studi menemukan bahwa akumulasi triclosan di air menyebabkan pencemaran di pantai yang akhirnya mengancam kehidupan lumba-lumba.
Sumber : DetikHealth.ComLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Saturday, November 13, 2010

Penanganan dari satu pasien ke pasien lainnya dan kondisi lingkungan di rumah sakit menjadikan tangan para dokter dan perawat rentan menjadi media penularan kuman penyakit.
Walau kebiasaan menjaga kebersihan tangan terbukti dapat mengurangi penyebaran kuman patogen di fasilitas-fasilitas kesehatan. Namun, kesadaran tenaga kesehatan menjalankan prosedur mencuci tangan selama bekerja masih relatif rendah.
Studi di beberapa negara menunjukkan, tingkat kebiasaan mencuci atau membersihkan tangan di kalangan pekerja kesehatan di rumah sakit masih di bawah 50 persen. Kondisi yang mirip juga terjadi di Indonesia.
Hasil riset yang dilakukan Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) pada Januari-Februari 2010 di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) menunjukkan, tingkat kepatuhan para dokter membersihkan tangan masih di bawah 40 persen, sedangkan kepatuhan para perawat rata-rata mencapai 60 persen.
Fenomena ini cukup memprihatinkan, padahal infeksi di lingkungan rumah sakit atau disebut infeksi nosokomial dapat menimbulkan efek yang fatal dan beban yang sangat besar.
Di Amerika Serikat saja, infeksi di rumah sakit ditengarai membunuh lebih banyak daripada HIV. Sebuah riset menyebutkan, setiap tahunnya sekitar 48.000 orang meninggal karena infeksi yang didapat selama mereka berobat ke rumah sakit. Diperkirakan, sepertiga dari 1,7 juta infeksi di negeri Paman Sam itu merupakan infeksi nosokomial.
Kampanye di kalangan tenaga medis
Dalam upaya meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan menjaga kebersihan tangan dan mencegah infeksi, Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) dan Bayer Schering Pharma bekerjasama dalam sebuah kampanye yang ditujukan kepada dokter dan perawat di beberapa rumah sakit di Indonesia.
Peluncuran program kampanye kebersihan tangan dan pengendalian infeksi tesebut diluncurkan Kamis (11/11/2010) kemarin di Jakarta. Kampanye ini juga merupakan bentuk dukungan pada program Save Lives: Clean Your Hands dari the World Health Organization yang bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan tenaga medis membersihkan tangan pada waktu-waktu tertentu dan dengan cara yang benar.
”Melalui kampanye ini, kami berharap para dokter dan perawat di Indonesia akan lebih memahami dan meningkatkan kepeduliannya dalam menjaga kebersihan tangan untuk mengendalikan penyebaran infeksi di lingkungan rumah sakit, serta lebih gencar lagi mengingatkan pasien untuk rajin mencuci tangan untuk menghindari penularan penyakit,” ungkap Ketua Perdalin, Djoko Widodo.
Djoko menambahkan, penularan mikro organisme dalam lingkungan rumah sakit melalui tangan pekerja kesehatan dapat terjadi dengan berbagai cara. Awalnya, kuman berpindah dari tangan atau kulit pasien ke barang-barang yang ada di sekitar pasien seperti pakaian, tempat tidur, selimut, dan lain-lain.
Kemudian, dokter atau perawat pun terkontaminasi saat melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin dengan menyentuh kulit pasien atau barang-barang di sekitarnya, meski mereka menggunakan sarung tangan sekalipun. Kuman penyakit dapat bertahan di tangan para pekerja kesehatan selama setidaknya beberapa menit setelah kontaminasi terjadi.
"Karena itu, membersihkan tangan yang dikenal sebagai 5 momen, yaitu 1) sebelum kontak dengan pasien, 2) sebelum tindakan asepsis, 3) setelah terkena cairan tubuh pasien, 4) setelah kontak dengan pasien, dan 5) setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien merupakan prosedur yang paling utama dalam mencegah kuman berkembang biak dan menyebar di rumah sakit,” tambah Djoko.
Lebih lanjut Djoko menyebut setidaknya ada empat jenis infeksi yang paling sering muncul di Rumah Sakit. "Infeksi pada saluran nafas (paru-paru), saluran darah, saluran kemih dan area bedah," ujarnya.
Sumber : KompasHealth.ComLabels: Kesehatan, Penemuan
Baca Selengkapnya...
Friday, October 29, 2010
LEEDS. Siapa yang tak tergoda dengan kelezatan kentang goreng. Kerenyahan dan sensasi rasanya saat disajikan hangat membuat ketagihan. Namun, bagi Anda yang keranjingan makanan ini, sebaiknya tetap waspada. Kandungan acrylamide dalam kentang goreng diduga meningkatkan risiko mengidap kanker, terutama pada wanita muda.
Seperti yang dipubliaksikan dalam British Journal of Cancer (BJC), kebiasaan menyantap makanan mengandung acrylamide memperbesar risiko mengidap kanker payudara, khususnya pada wanita yang belum memasuki masa menopause.
Para ilmuwan di University of Leeds, Inggris, melakukan penelitian berskala besar yang melibatkan 33.7331 perempuan berusia 35-69 tahun. Para perempuan ini dipantau selama 11 tahun dalam riset yang bertajuk "United Kingdom Women's Cohort Study". Dalam riset ini, peneliti mengkaji asupan makanan mengandung acrylamide, zat berpotensi karsinogen yang juga ditemukan dalam jenis makanan renyah lainnya, seperti keripik kentang.
Selama penelitian tersebut, para ahli mencatat setidaknya ada 1.084 kasus payudara yang terdiagnosis. Para ahli menemukan, asupan acrylamide tidak menjadi faktor tunggal yang memicu risiko kanker payudara pada wanita.
Namun setelah memperhitungkan variabel lainnya, kebiasaan mengonsumsi acrylamide dapat meningkatkan risiko kanker payudara sekitar 20 persen pada wanita premenopause.
Acrylamide adalah senyawa organik dengan rumus kimia C5H5NO. Senyawa ini dapat terbentuk pada bahan makanan berkarbohidrat tinggi, seperti jagung, kentang, singkong, dan tepung-tepungan yang disajikan dengan digoreng, dipanggang, atau dibakar pada suhu di atas 120 derajat celsius.
Sejumlah makanan, seperti keripik kentang, atau produk berbahan kentang lain, seperti kentang goreng, cereal (produk sarapan pagi), produk-produk bakery (roti panggang), dan produk yang dibuat dari jagung atau tepung jagung, diyakini memproduksi acrylamide dalam pengolahannya. Hal ini terjadi karena penyajiannya secara umum memerlukan suhu tinggi dan waktu cukup lama, apalagi bila terjadi perubahan warna menjadi kecoklatan (terlalu matang) atau hangus.
Sumber : KOMPAS.comLabels: Kesehatan, Penyakit
Baca Selengkapnya...
Friday, October 15, 2010
Toronto, Kandungan Bisphenol-A (
BPA) dalam plastik dan kertas thermal sejak lama menjadi kontroversi. Kini, Kanada menjadi negara pertama di dunia yang menyatakan BPA sebagai senyawa beracun bagi manusia maupun lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Rabu (13/10/2010), dalam sebuah publikasi resmi di koran nasional Canada Gazette.
Selanjutnya, kementerian kesehatan dan kementerian lingkungan setempat akan mulai mengawasi dengan ketat penggunaan BPA.
Keputusan ini hanya berselang 2 minggu sejak otoritas keamanan pangan Eropa memberikan pernyataan yang berseberangan. Penggunaannya pada botol bayi, struk belanja dan makanan kaleng dianggap tidak membahayakan kesehatan.
Dari seluruh negara di Eropa, hanya Prancis dan Denmark yang secara tegas membatasi penggunaan BPA. Dikutip dari News.com.au, Jumat (15/10/2010), pembatasan BPA juga dilakukan oleh Australia dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat tapi belum sampai dengan tegas mengatakan BPA beracun.
Kanada juga tercatat sebagai negara pertama yang melarang penggunaan BPA dalam pembuatan botol susu untuk bayi. Larangan tersebut dikeluarkan pada Oktober 2008, setelah pengujian pada binatang membuktikan bahaya BPA pada perkembangan sistem saraf.
Dalam 10 tahun terakhir, sedikitnya 130 penelitian juga mengungkap berbagai risiko lain dari kontaminasi BPA. Di antaranya dapat memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi dan gangguan kesehatan lainnya.
BPA merupakan polimer khusus yang digunakan untuk membuat epoxy resin. Bahan ini banyak digunakan sebagai pelapis dalam produksi kemasan makanan kaleng, botol air minum, kertas thermal, alat kesehatan maupun berbagai aksesoris mobil.
Sumber : DetikHealth.Com8DB42F3E-DDA0-25B7-F0AB-0853578E3EEE
1.03.01
Labels: Info, Kesehatan, Penemuan
Baca Selengkapnya...
Tuesday, October 12, 2010

Kisruh penarikan mi instan produksi
Indofood di Taiwan terjadi karena negara tersebut mempersoalkan zat pengawet, yang salah satunya bernama Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.
Padahal, Codex Alimentarius Commission (
CAC), badan yang didirikan Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (
WHO) untuk mengantur standar pangan, telah memperbolehkan pemakaian zat pengawet ini dalam batas-batas tertentu.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/10/2010) kemarin menyatakan bahwa Indonesia berpatokan pada CAC dan mengizinkan penggunaan Nipagin dalam batas tertentu.
Menurut BPOM, penggunaan nipagin pada mi instan yang beredar di Indonesia saat ini masih dalam batas kendali. Hasil uji sampel kecap pada mie instan yang mengandung nipagin dalam lima tahun terakhir menunjukkan, tidak ada kandungan zat pengawet tersebut yang melebihi batas maksimal.
Lalu apa sebenarnya zat bernama methyl p-hydroxybenzoate yang ditemukan dalam kecap mi instan Indofood yang dicemaskan pemerintah Taiwan itu?
Menurut informasi yang dikutip Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA), Nipagin merupakan zat tambahan untuk mencegah jamur dan ragi. Methyl p-hydroxybenzoate adalah salah satu dari jenis parabens atau pengawet yang banyak digunakan untuk kosmetik dan obat.
Nipagin memiliki nama lain yakni methylparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Jenis paraben lain yang juga banyak digunakan adalah propylparaben dan butylparaben.
Menurut FDA, dalam suatu produk biasanya digunakan lebih dari satu jenis paraben. Pengawet ini biasanya digabung dengan pengawet lain untuk memberikan perlidungan terhadap berbagai jenis mikroorganisme.
Methylparaben adalah jenis paraben yang dapat dihasilkan secara alami dan ditemukan dalam sejumlah buah-buahan terutama blueberri dan jenis paraben lainnya. Sejauh ini, belum ada bukti bahwa methylparaben dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan pada konsentrasi tertentu dalam penggunaan perawatan tubuh atau kosmetik.
FDA menilai methylparaben sebagai pengawet yang aman atau GRAS (generally regarded as safe) untuk kosmetik. Di Eropa, methylparaben digunakan sebagai pengawet makanan yang mendapat persetujuan Uni Eropa dengan kode E-218.
Methylparaben juga dapat dimetabolisme oleh bakteri tanah, sehingga benar-benar terurai. Methylparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Hal ini dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh.
Di setiap negara, batas maksimum pemakaian Nipagin berbeda. Di Amerika Serikat, Kanada dan Singapura, kadar maksimum Nipagin adalah 1.000 mg per kg. Sedangkan di Hongkong 550 mg per kg. Di Indonesia sendiri, Badan POM telah menetapkan batas maksimal penggunaan nipagin 250 mg per kg.
Badan POM Pastikan Indomie Aman
Menanggapi merebaknya kabar razia mi instan merek Indomie di Taiwan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa produk Indomie yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dan tidak membahayakan masyarakat.
"Produk Indomie di Indonesia yang terdaftar sudah memenuhi syarat dan aman," ungkap Kepala BPOM Kustantinah kepada Kompas.com, Senin (11/10/2010).
Kustantinah menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah Indomie yang beredar di Taiwan sama dengan yang dipasarkan di Indonesia.
"Saya tidak tahu produk Indomie yang beredar di Taiwan. Tiap negara punya syarat tersendiri dan terkadang berbeda. Saya bicara untuk produk Indomie di Indonesia. Persyaratan yang kita terapkan mengacu pada syarat secara internasional, yakni Codex, badan standardisasi internasional. Sesuai standar itu, kita kembali mengkaji agar bisa mendapatkan risiko paparan maksimum dari bahan tambahan pangan," ujarnya.
Petugas Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan razia mendadak ke beberapa toko dan menyita mi instan Indomie produksi Indonesia. Mereka menyatakan, mi instan buatan Indofood tersebut mengandung dua bahan yang tidak diperkenankan untuk digunakan dalam makanan dan dilarang diperjualbelikan.
Seperti dilaporkan Blindie Lee, bloger Kompasiana, menurut tes yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet yang tidak lolos dalam klasifikasi barang impor, yaitu bahan pengawet hydroxy methyl benzoate pada minyak dan bahan pengawet benzoic acid pada bumbunya.
Sumber : HealthKompas.ComLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Wednesday, October 6, 2010

Tak sedikit orang yang terbiasa menggunakan pahanya sebagai pengganti meja untuk menaruh laptop. Meski praktis, waspadai gangguan kulit yang timbul akibat panas yang muncul dari komputer jinjing tersebut.
Meski rasa panas yang berasal dari mesin prosesor laptop tidak menyebabkan kulit terbakar, memangkunya bisa menyebabkan penggelapan warna kulit yang permanen atau disebut juga dengan istilah toasted skin syndrome. Meski jarang, kulit yang terpapar panas dari laptop juga bisa memicu kanker kulit.
Panas dari laptop bisa mencapai 50 derajat Celsius. Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak memangku laptop terlalu lama. Gangguan kulit merupakan salah satu dari 10 jenis dampak negatif penggunaan laptop bagi kesehatan yang dicatat para ahli.
Pada masa lalu, toasted skin syndrome biasanya diderita oleh para pekerja yang tugasnya berdekatan dengan sumber panas, seperti pekerja di pabrik roti atau pembuat kaca.
"Kulit yang gelap itu jika dilihat di bawah mikroskop mirip dengan kerusakan kulit akibat terlalu lama terpapar sinar matahari," kata dr Kimberley Salkey, profesor dermatologi dari Eastern Virginia Medical School (EVMS), AS.
Laporan medis beberapa tahun lalu menunjukkan kasus seorang pria dengan temperatur di bagian skrotum atau buah zakarnya meningkat gara-gara terlalu sering memangku laptop. Dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan produksi sel sperma berkurang sehingga menjadi infertil.
Sumber : HealthKompas.ComLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Tuesday, September 28, 2010
Jakarta, Bagi penderita rabun yang tidak ingin menggunakan kacamata,
lasik adalah pilihannya. Sayang karena karena masih agak mahal, prosedur ini menjadi kurang populer dan tidak banyak hal yang bisa diketahui.
Lasik merupakan prosedur bedah mikro yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada mata. Prosedur ini tidak dilakukan dengan mata pisau, melainkan dengan tembakan sinar laser dengan kekuatan tertentu. Dikutip dari
Medindia, Senin (27/9/2010), berikut ini adalah 10 fakta yang patut diketahui tentang lasik:
- Operasi lasik pada mata telah dilakukan sejak 1990. Pada tahun 2007 tercatat 17 juta orang pernah menjalani prosedur ini, 8 juta di antaranya berasal dari Amerika.
- Nilai pasar bedah refraktif di seluruh dunia diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 26,8 triliun. Jenis operasinya meliputi operasi rabun dekat, rabun jauh, astigmatisme dan presbiopi.
- Jenis operasi refraktif untuk memperbaiki mata yang paling populer ada 2, yakni LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) dan LASEK (Laser Assisted Sub-Epithelial Keratomileusis).
- Perbedaan utama LASIK dengan LASEK terletak pada jenis lapisan mata yang diperbaiki. Pada LASIK, epithelium dan jaraingan stroma di kornea ditipiskan sementara pada LASEK hanya jaringan epithelium saja.
- Perbandingan pasien lasik pria dan wanita hampir merata. Menurut penelitian, 90 persen di antaranya akan menyarankan lasik ke orang lain.
- Operasi lasik di kedua mata hanya memakan waktu 10-12 menit. Tembakan sinar laser yang digunakan cukup kuat untuk menipiskan lapisan kornea yang ketebalannya 200 kali lebih tipis dari helaian rambut.
- Masalah paling umum setelah menjalani lasik adalah mata kering yang dialami oleh 20 persen pasien lasik.
- Untuk hasil terbaik, pilih dokter bedah yang berpengalaman sedikitnya 700 kali mengoperasi dengan lasik. Hindari mandi uap, riasan wajah, olahraga yang terlalu berat dan jangan mengucek mata selama 1 hingga 2 pekan sesudah operasi.
- Dalam lasik, akurasi dan ketepatan sangat penting. Jika lapisan mata masih kurang tipis misalnya, akibatnya lasik harus dilakukan lagi. Sementara jika terlalu tipis, bukan tidak mungkin malah harus mengenakan kacamata atau lensa kontak.
- Belum pernah ada laporan seseorang menjadi buta karena lasik.
Sumber : DetikHealth.ComLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Friday, July 23, 2010
WASHINGTON, Autisme pada anak dapat dideteksi dengan cara menganalisa suara mereka. Anak-anak penyandang
autisme mengucapkan kata-kata dengan cara yang berbeda dibandingkan anak-anak normal. Hal inilah yang kemudian dijadikan modal bagi para ahli untuk menciptakan suatu alat khusus untuk mendiagnosa autisme lewat analisa suara.
Alat ini berupa perekam kecil yang muat pada saku baju anak. Pada alat ini tertanam sejenis piranti lunak guna menganalisa dan mengevaluasi suara-suara tertentu yang diucapkan anak-anak sepanjang hari.
Perangkat ini adalah hasil kreasi para ahli yang dipimpin Kimbrough Oller dari Universitas Memphis, Amerika Serikat. Untuk membuat alat ini, Oller dan timnya menganalisa lebih dari tiga juta pelafalan suku kata, yang dikumpulkan dari 1.500 rekaman 232 anak berusia 10 bulan hingga empat tahun.
Seperti dilaporkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, program yang ditanam pada alat ini mampu secara tepat mengidentifikasi 86 persen diagnosa autisme yang ada.
"Walau para ahli menyatakan selama bertahun-tahun bahwa anak autis bersuara lain saat berbicara, belum ada cara praktis menggunakan vokalisasi sebagai bagian dari diagnosa atau proses pemeriksaan yang sejalan dengan autisme," kata Oller, yang juga profesor audiologi dan patologi cara bicara bahasa.
Alat ini untuk sementara dapat berfungsi menganalisa suara dalam bahasa Inggris, tetapi Oller yakin piranti lunaknya dapat diaplikasikan pada bahasa lain. "Teknik ini belum pernah dicoba, tetapi saya pikir bisa bekerja," katanya.
Saat ini, para dokter menegakkan diagnosa autisme dengan cara menguji anak-anak dengan sejumlah tes perilaku dan pola bicara, termasuk bagaimana mereka berbicara pada usia tertentu, dan apakah mereka melakukan kontak mata dengan orang lain.
"Autisme adalah kerusakan multi faktor dan banyak dimensi perilaku yang harus dipertimbangkan. Vokalisasi jelas merupakan faktor penting, tetapi saya tidak berpikir ini harus digunakan secara ekslusif," kata Oller.
Oller, yang meneliti pembelajaran dan evolusi bahasa, telah mengidenfikasi bagaimana pembentukan silabel yang berbeda berubah pada empat tahun pertama usia anak.
Menurut hasil analisa, pembentukan pola bicara anak autis tidak mengikuti pola yang umum. Program komputer mampu membedakan antar pembicara dan memproses suara yang diucapkan anak yang sedang diteliti. Rekaman sehari penuh memungkinkan peneliti untuk memeriksa pola bicara anak secara alami.
Para orang tua dapat mengirim hasil rekaman setelah anaknya menggunakan alat ini selama seharian. Hasil rekaman dikirim ke suatu perusahaan untuk dianalisa. Adalah Infoture Inc. yang mengembangkan alat dan piranti lunak tersebut. Perusahaan ini bubar pada Februari 2009 dan didirikan kembali dengan berbentuk yayasan bernama LENA Foundation. Yayasan inilah yang menjual alat dan mendanai riset.
Sumber : KompasHealth.ComLabels: Kesehatan, Penemuan, Perkembangan Medis
Baca Selengkapnya...
Friday, June 18, 2010

Setiap kali melewati alat pemindai keamanan di bandara, ada perasaan waswas terkena radiasi. Begitu pula ketika menggunakan telepon genggam, peralatan dapur seperti microwave, atau sekadar melewati kawasan jaringan listrik tegangan tinggi.
Memang benar jika ada kemungkinan kita terkena radiasi, tetapi ancaman radiasi yang terbesar justru ketika kita terlalu banyak menggunakan alat-alat medis.
Menurut penelitian di AS yang dipublikasikan Associated Press, Senin (14/6), kasus radiasi dari alat-alat medis paling banyak terjadi di AS dibandingkan negara lain di dunia. Radiasi yang terlalu banyak meningkatkan ancaman kanker.
Ancaman itu kian meningkat karena semakin banyak orang yang meminta hasil tes melalui alat-alat pemindai kesehatan, antara lain dengan sinar-X atau CT scan, terlalu dini.
Ahli radiologi Steven Birnbaum mengatakan, sinar-X atau CT scan digemari karena bisa memberikan hasil yang cepat dan sangat rinci dibandingkan dengan magnetic resonance imaging (MRI) yang tanpa radiasi.
Radiasi merupakan bahaya yang terselubung karena kita tidak akan merasakan apa-apa ketika terkena radiasi. Dampaknya pun baru akan terasa atau terlihat beberapa tahun kemudian. Kini Pemerintah AS tengah mendesak industri dan kalangan dokter untuk menetapkan standar dosis untuk tes-tes seperti CT scan.
Masyarakat atau pasien juga disarankan untuk kritis bertanya tentang proses, dosis, dan alasan pemindaian yang harus dijalani dan tidak begitu saja menerima saran pemindaian dari dokter.
”Anda harus menanyakan semuanya. Tingkat radiasi CT scan sangat tinggi, terutama pada bagian dada dan perut, dua daerah di tubuh tempat kanker kerap tumbuh,” kata Fred Mettler yang mengepalai radiologi di sistem pelayanan kesehatan New Mexico Veterans. (AP/LUK)
Sumber : KompasHealth.ComLabels: Info, Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Wednesday, May 26, 2010
Jakarta, Ketika bayi sakit sulit sekali mendeteksinya. Si bayi tidak bisa bicara hanya tangisnya saja yang terdengar. Kasus usus terpuntir (terpilin) adalah salah satu yang sulit dideteksi. Muntah berwarna hijau adalah salah satu gejalanya terutama pada usia bayi 2 bulan.
Karena susah dideteksi, banyak orangtua yang tidak menyadari, padahal kondisi usus terpuntir ini berbahaya bagi si kecil dan butuh penanganan pembedahan segera.
Terpuntir adalah keadaan yang terjadi jika salah satu usus berputar dengan arah yang berlawanan dengan arah putaran pada ujung yang lain.
Usus terpuntir dalam dunia medis dikenal dengan nama volvulus. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan di usus sehingga mengganggu atau menahan perjalanan sisa makanan, kotoran, cairan atau gas yang melalui usus.
Umumnya kondisi volvulus terkait dengan kelainan bawaan malrotasi usus (salah letak dari usus), namun ada juga yang tidak terkait. Jika volvulus ini berlangsung terus menerus dan tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan kematian dari jaringan usus disekitar letak usus terpuntir tersebut.
Seperti dikutip dari eMedicine, Rabu (26/5/2010) sekitar 68-71 persen kasus ini terjadi sejak kelahiran bayi. Kebanyakan kasus terjadi sekitar usia 2 bulan setelah lahir dengan perkiraan sekitar 50 persen terjadi di bulan pertama kehidupan bayi. Namun tidak ada perbedaan antara bayi laki-laki atau perempuan.
Bayi yang mengalami volvulus biasanya akan merasakan gejala seperti:
- Sakit perut yang tiba-tiba, hal ini disebabkan saluran dari usus yang tersumbat.
- Mual
- Muntah yang berwarna hijau
- Susah buang air besar (sembelit)
- Perut mengembang
- Terdapat darah pada feses bayi.
Gejala ini bisa hilang timbul dengan frekuensi berulang atau terjadi secara drastis sehingga memerlukan pertolongan.
Pengobatan kasus ini adalah melakukan pembedahan darurat untuk memperbaiki kondisi usus terpuntir. Sebuah sayatan akan dibuat di dinding perut untuk memperbaiki posisi dari usus dan memperbaiki penyumbatan aliran darahnya.
Jika ketahui ada jaringan di usus yang sudah mati, maka dilakukan pemotongan bagian usus tersebut, dan ujung dari usus yang sehat di jahit kembali. Karenanya diperlukan deteksi lebih dini dari kondisi ini, jika pembedahan dilakukan lebih dini maka kemungkinan tidak ditemukan adanya jaringan di usus yang mati.
Ada beberapa kemungkinan komplikasi dari kondisi ini yaitu infeksi perut jika terjadi penyumbatan di usus yang nantinya dapat menyebabkan perforasi usus, serta sindrom usus pendek yang bisa terjadi jika sebagian besar usus harus dipotong karena mengalami kematian jaringan.
Untuk mendeteksinya diperlukan beberapa pemeriksaan seperti pengujian sampel feses, melakukan X-Ray, melakukan CT Scan untuk mengetahui bagaimana obstruksi dari usus serta tes darah untuk memeriksa kadar elektrolit yang biasanya menunjukkan adanya kelainan.Labels: Kesehatan
Baca Selengkapnya...
Sunday, May 9, 2010
Jakarta, Manusia dikaruniai kemampuan untuk membedakan suara tiap orang. Dengan kemampuannya itu, suara anak, suara ibu, suara suami, suara teman mampu diidentifikasi dan dibedakan. Ketika ada suara orang bicara bukan di depannya, manusia mampu menebak suara siapa itu.
Tapi bagaimana jadinya jika sepanjang hidup, seseorang tidak pernah bisa membedakan suara, termasuk suara anggota keluarganya yang sehari-hari di dengar.
Kasus itu dialami wanita pengusaha asal Inggris yang sejak kecil tak mampu mengidentifikasi suara orang. Perempuan berinisial KH yang berusia 62 tahun itu tidak tuli. Dia mampu mendengar suara tapi di otaknya semua suara adalah sama sehingga tidak bisa mengenali ciri suara masing-masing orang.
Ketidakmampuan mengenali suara itu dalam dunia medis dikenal dengan istilah phonagnosia. Kasus ini pertama kali diteliti oleh ilmuwan University College London (UCL) yang telah diterbitkan dalam jurnal Neuropsychologia tahun 2008.
Seperti dilansir dari situs UCL.ac.uk, Minggu (9/5/2010), Dr Brad Duchaine dan Lucia Garrido dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience menemukan kasus yang dialami oleh KH mampu dan mengerti apa yang diomongkan orang tapi gagal untuk mengidentifikasi suara orang.
KH juga mampu menikmati musik tapi tidak pernah tahu siapa yang bernyanyi. KH bahkan tidak pernah bisa mengenali suara anaknya, sampai dia harus berhadapan dengan si anak kalau itu yang bicara adalah putrinya.
Hal yang paling menakutkan baginya adalah ketika menerima telepon. Sampai-sampai dia harus membat jadwal khusus siapa saja yang akan menelpon pada jam tertentu.
Scan otak yang dilakukan terhadap KH mengungkapkan bahwa bagian otak sebelah kanan yang dikenal sebagai daerah temporal suara ternyata bekerja kurang aktif, sementara aktivitas otak bagian kiri normal.
Penemuan ini menunjukkan bahwa dalam otak manusia, sisi kanan lebih penting dalam pengenalan suara sementara kiri digunakan untuk memahami kata-kata.
Sejauh ini Phonagnosia diketahui karena adanya gangguan lesi otak di belahan kanan setelah stroke atau kerusakan otak. Namuan dalam kasus KH, scan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan otak di daerah yang terkait dengan suara atau persepsi pendengaran dan kemampuan pendengarannya ditemukan normal.
Menurut Profesor Belin Pascal, ilmuwan syaraf kognitif di Universitas Glasgow, mengidentifikasi suara adalah hal penting bagi seseorang terutama ketika ditelepon.
"Kita bisa menebak siapa orang di telepon tapi orang dengan phonagnosia tidak mampu melakukan ini," katanya seperti dilansir dari telegraph.
Otak manusia juga mampu mengenali suara berdasarkan ciri dari orang tersebut seperti suara serak, kasar, cempreng, merdu atau yang lainnya.
Sumber: Detik.ComLabels: Kesehatan
Baca Selengkapnya...