<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2107064986175153332?origin\x3dhttps://inna-k.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K)


Sambutan Ketua INNA-K Periode 2012 - 2017
Selamat datang di website Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K).
INNA-K terbentuk pada tanggal 11 Mei 2006 dengan kepengurusan yang tersebar di beberapa region negara Kuwait. Persatuan Perawat Indonesia di Kuwait sebelumnya telah terhimpun dalam satu wadah organisasi yang bernama APIK (Assosiasi Perawat Indonesia di Kuwait) sejak tahun 1994, Berdasarkan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepengurusan organisasi periode 2006 - 2008 dan perwakilan anggota dari masing-masing region, Maka APIK berganti dengan nama INNA-K.

Website ini dibentuk dengan tujuan sebagai media informasi dan komunikasi melalui berbagi informasi dan berkomunikasi sesama Perawat tentang profile Perawat, Keperawatan dan Kesehatan dengan komunitas Keperawatan dan masyarakat luas, baik dalam lingkup Kuwait maupun International. Semoga kunjungan Anda bermanfaat dan dapat mengkomunikasikan informasi yang didapat pada rekan sejawat maupun masyarakat luas nantinya.

Atas nama Ketua Organisasi INNA/PPNI cabang Kuwait periode 2012 - 2017, Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Website ini jauh dari kesempurnaannya, saran dan komentar Anda untuk kesempurnaannya merupakan kontribusi yang berharga bagi kami. Website ini adalah milik kita bersama, untuk itu diharapkan kepada Anda untuk membantu menyebarluaskan website ini kepada rekan sejawat dan masyarakat luas. Selamat bertugas! Semoga menjadi amal ibadah kita semua.

    Hormat Kami,

    Zulkifli Abdullah Usin, SKM
Monday, May 11, 2015
Hari ini 11 Mei 2015, Organisasi Inna-k Ppni memasuki tahun ke-9 sejak terjadi peralihan nama dari organisasi sebelumnya. Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K) terbentuk pada tanggal 11 Mei 2006 dengan kepengurusan yang tersebar di beberapa region negara Kuwait dengan ketua sdr. Hendar Sunandar.


Persatuan Perawat Indonesia di Kuwait sebelumnya telah terhimpun dalam satu wadah organisasi yang bernama APIK (Assosiasi Perawat Indonesia di Kuwait) sejak 28 Juli 1994 yang saat itu di pimpin oleh sdr. Syaifoel Hardy. Berdasarkan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepengurusan organisasi periode 2006 - 2008 dan perwakilan anggota dari masing-masing region, Maka APIK berganti dengan nama INNA-K.

Selanjutnya dengan berbagai pertimbangan seluruh Pengurus Organisasi, maka di upayakan INNA-K bergabung menjadi bagian dari PPNI Pusat Jakarta di awal tahun 2007. Atas arahan dan masukan ibu Achir Yani S Hamid yang saat itu menjabat Pimpinan Pusat PPNI, INNA/PPNI Kuwait menjadi bagian Organisasi PPNI Perwakilan luar negeri yang pertama. Hal ini tidak lepas dari upaya Pengurus periode 2006 - 2008 sdr. Siswanto Muhtasor Muhammad (Ka.Umum INNA-K), sdr. Eko Priyanto (Ka. I INNA-K) untuk melanjutkan komunikasi Ketua INNA-K sebelumnya dengan PPNI Pusat.

Semoga Organisasi INNA/PPNI Kuwait dapat lebih maju, aktif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya. Untuk itu, dukungan dan partisipasi sangat diharapkan dari anggota berupa ide, saran dan pemenuhan kewajibannya. Think for Future, Do Together, Give the Best, and Get Success. SALAM PERAWAT!

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 11:12 AM | 1 comments ShareThis
Wednesday, February 19, 2014
Kaifan, Kuwait. Hari ini, Rabu 19 Feberuari 2014 Pukul.12.00 WK Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait resmi merilis program layanan konsuler secara online (e-konsuler) yang bisa di akses pada websitenya www.kbrikuwait.com. Website tersebut menyajikan pilihan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, hal ini tentunya untuk mempermudah masyarakat Indonesia maupun warga negara lainnya.

Sebagaimana sambutan Ferry Adamhar sebagai Kepala Perwakilan (Duta Besar) RI di Kuwait, serta penjelasan lebih rinci yang disertai demonstrasi akses beberapa menu website oleh Andi Ahmad Bastari selaku Fungsi Protokol dan Konsuler, bahwa aplikasi e-konsuler dirancang khusus oleh KBRI Kuwait untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan mempermudah pelayanan kekonsuleran bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing di Kuwait agar menjadi lebih cepat dan lebih efisien. Misalnya perpanjangan atau penggantian paspor, legalisasi dokumen serta pembuatan visa.



Pada kesempatan launching program e-konsuler ini, pihak KBRI Kuwait mengundang perwakilan organisasi atau perkumpulan masyarakat Indonesia di Kuwait seperti INNA-K, Aku di Kuwait, Paguyuban Jahra, Perwira Kuwait, dan beberapa tamu lainnya serta undangan tamu khusus yang tampaknya hadir dari Kemenlu Kuwait.

Acara yang di akhiri oleh ramah tamah dan makan siang bersama dengan memperkenalkan menu kuliner Indonesia kepada pihak tamu luar negeri terbilang sukses. Semoga e-konsuler benar-benar memberikan kemudahan dan kelancaran bagi kita semua yang membutuhkannya. Menurut Haryadi selaku Fungsi Ketenagakerjaan KBRI Kuwait, program e-konsuler di KBRI Kuwait ini merupakan yang pertama diberlakukan diantara kantor kedutaan RI lainnya diluar negeri.

KBRI Kuwait sejauh ini terus mengadakan pembenahan dan perubahan dalam sistem pelayanan kepada masyarakat maupun pihak luar negeri yang memerlukan pelayan kekonsuleran, mulai dari sistem pembayaran manual keproses pembayaran penggunaan K-net, One Day service dimana permohonan pembuatan dokumen ataupun terkait passpor dan visa dapat diselesaikan dalam waktu satu hari, memfasilitasi pembuatan kartu KTKLN dan beberapa program lainnya yang bersifat mempermudah pelayanan ataupun bantuan kepada mereka yang memerlukan bantuan KBRI.

Bagi Anda yang ingin melakukan proses e-konsuler, dipersilakan langsung mengakses website http://www.kbrikuwait.com. Lakukan registrasi atau pendaftaran pada menu DAFTAR AKUN, isi sesuai data diri yang sebenarnya karena akan digunakan untuk mengurus segala keperluan konsuler di lingkungan KBRI Kuwait. Selanjutnya Anda akan mendapatkan konfirmasi pendaftaran melalui e-mail yang didaftarkan saat proses pendaftaran tersebut, Kemudian silakan kembali ke website e-konsuler KBRI Kuwait untuk login dan mengakses menu sesuai keperluan Anda. Good Luck!



Selamat kepada Pimpinan KBRI Kuwait beserta para staffnya, dan semoga e-konsuler memberikan kemudahan dan berjalan lancar sebagaimana tujuan program online ini dicanangkan.

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 4:44 PM | 2 comments ShareThis
Tuesday, February 4, 2014
Hari Kanker Sedunia

Jakarta, Bukan rahasia lagi jika kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Prediksi WHO berdasar penelitian 2005, kelak di tahun 2030, jumlah kematian akibat kanker menjadi tiga kali lipat yaitu 17 juta kasus, jumlah kasus baru menjadi 27 juta dari angka awal yaitu 11 juta. Kemudian, jumlah survivor meningkat dari 25 juta menjadi 75 juta orang.

"Kanker itu seperti gunung es, kasus yang muncul di permukaan sedikit padahal di bawahnya banyak sekali masalah yang belum tersentuh. Maka dari itu, harus ada pencegahan kanker yang memiliki pijakan berupa registrasi," tutur dr Drajat R Suardi, SpB(K) Onk dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI).

Menurutnya, pijakan pencegahan kanker harus dimulai dengan registrasi kanker meskipun diutarakan dr Drajat saat ini masih dilakukan Hospital Based dan belum menyentuh masyarakat. Tapi kini, Kemenkes juga sudah mulai melangkah ke ranah Community Based Medication.

Hal itu disampaikan dr Drajat dalam temu media 'Kanker dan Upaya Pengendaliannya' di kantor Kemenkes, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014).

Untuk mencegah kanker khususnya di negara berkembang diturutkan dr Drajat masih ada kendala berupa dilema antara lain sumber daya manusia yang terbatas, pengetahuan masyarakat mengenai kanker masih timpang, jumlah penyakit akibat infeksi masih tinggi, dan wilayah jangkauan yang masih luas.

"Maka diperlukan strategi misalnya seperti beberapa waktu lalu saya blusukan ke Sorong, di sana nggak ada patolog. Maka, kita dorong dinas setempat untuk mendidik dua ahli laboratorium sehingga nanti bisa dilakukan pengecekan darah di sana," jelas dr Drajat.

Hal ini menurut dr Drajat perlu dilakukan karena untuk melakukan pencegahan kanker diperlukan diagnosa patologi. Tak hanya itu, kerja sama dari instansi terkait juga dibutuhkan, terutama dari pihak Kementerian Kesehatan yang disebut dr Drajat berperan sebagai director.

Hal ini diamini Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Eko mengatakan Kemenkes tidak hanya bermitra dengan organisasi profesi saja tapi juga dengan para survivor kanker.

"Survivor bisa jadi seorang juru bicara yang jelas dalam artian mereka bisa jadi contoh nyata bahwa meskipun terkena kanker, kalo bisa tetap menjalani pengobatan dengan baik maka kanker bisa disembuhkan. Begitu pula dengan pentingnya deteksi dini," tutur Eko.


Sumber : DetikHealth.Com

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 9:17 PM | 0 comments ShareThis
Thursday, July 18, 2013
Jakarta, Paparan sinar matahari bagus untuk meningkatkan kadar vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Namun di sisi lain, radiasi yang dihasilkan bisa membuat kulit rusak. Misalnya pada kasus seorang pria yang sisi kiri wajahnya terlihat lebih tua dari sisi kanannya.

Jurnal ilmiah The New England Journal of Medicine menerbitkan sebuah foto mengejutkan yang menggambarkan wajah seorang pria berusia 69 tahun. Pria yang bekerja sebagai pengemudi truk ini mengalami dermatoheliosis unilateral, yaitu kerusakan kulit parah akibat paparan sinar ultraviolet pada salah satu sisi wajah.

Sisi wajah bagian kiri pengemudi yang tak disebutkan namanya ini mengalami penuaan dini, atau menua sebelum waktunya, karena rusak akibat sinar matahari. Penyebabnya adalah sinar Ultraviolet A yang menembus jendela samping pengemudi. Walau jendela ditutup rapat setiap hari, sinar matahari tetap bisa menembus.

Seperti dilansir New York Daily News, Minggu (7/7/2013), pria tersebut mengemudikan truk pengiriman barang sejak 28 tahun yang lalu. Selama waktu itu, sinar ultraviolet A menembus kaca jendela dan mengenai sisi kiri wajahnya sepanjang hari, sehingga merusak lapisan terluar dan sub lapisan kulitnya.

Tak hanya itu, pria ini juga mengalami penebalan dan pengenduran kulit yang luas karena serat elastis pada sisi kiri wajahnya sudah hancur. Walaupun tidak ditemukan adanya kanker kulit, dermatoheliosis diketahui berkaitan dengan mutasi tertentu yang dapat mengakibatkan melanoma, salah satu jenis kanker kulit.

Tempat pengemudi pada kendaraan di Eropa umumnya berada di sebelah kiri, berbeda dengan kendaraan Asia yang setirnya di sebelah kanan. Inilah sebabnya sisi wajah yang rusak pada sopir tersebut adalah di bagian kiri. Sedangkan wajah bagian kanan yang selalu berada pada bagian dalam truk tak langsung terkena sinar matahari, sehingga tak mengalami kerusakan.

Menurut dokter, kondisi yang dialami pria ini menyerupai sindrom Favre-Racouchot, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan benjolan putih atau kista dan benjolan daging yang besar, serta komedo. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pria tersebut disarankan menggunakan sun block, retinoid oles dan menjalani pemeriksaan rutin untuk mengawasi timbulnya kanker kulit.



Sumber : Detik.Com (Putro Agus Harnowo - detikHealth).

Labels: , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 7:56 PM | 0 comments ShareThis
Thursday, June 13, 2013
Jakarta, Indonesia. Setelah aksi bersama secara nasional pada tanggal 21 Mei 2013 yang dihadiri hampir 10.000 perawat se-Jawa dan perwakilan PPNI daerah diluar Jawa, beberapa kemajuan telah terjadi. Namun upaya pengawalan terhadap pemerintah dan DPR perlu dilakukan secara ketat. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh para sejawat diseluruh dunia.



  1. Pimpinan DPR telah menunjuk Komisi IX untuk membahasa RUU Keperawatan. Hal ini adalah berita baik, karena komisi tersebut yang mengawali pengusulan, sehingga informasi dan pemahaman Komisi IX akan mempercepat proses pembahasan bersama pemerintah. Bila mekanisme Panja atau Pansus yang akan digunakan, proses bisa lebih lama. Namun demikian, belum jelas siapa yang akan manjadi ketua tim yang membahas RUU ini dalam tubuh Komisi.


  2. Kementrian Kesehatan telah marathon membahasan DIM (daftar inventaris masalah) atas draft RUU Keperawatan yang diajukan oleh DPR. Isyu tentang penambahan kata Kebidanan dalam nama RUU, sehingga menjadi RUU Keperawatan dan Kebidanan akhirnya terbukti saat tim PPNI diundang dalam rapat pembahasan DIM bersama tim kementrian pada pertemuan tanggal 29 Mei 2013. Tim merasa terjebak dalam pertemuan tersebut, karena belum ada kesepakatan tentang subtansi dasar, seperti nama, tetapi sudah harus membahasa isi teknis. Akhirnya tim tidak hadir dalam pertemuan berikutnya.



Pada tanggal 4 Juni 2013, PPNI diundang oleh Sekjend Kemkes untuk membahas kesepakatan tentang usulan penambahan nama dalam RUU Keperawatan yang diajukan oleh DPR. Pertemuan dipimpin langsung oleh Sekjend, bersama staf ahli bidang Medikolegal, Dirjend BUK, Kabiro Hukor dan Direktur Keperawatan.

PPNI dihadiri oleh Ketua Umum dan Ketua Dewan Pertimbangan serta Ketua Departemen Kerjasama. Dari Pihak IBI dihadiri oleh PJ Ketua Umum dan 4 Pengurus pusat lainya. Dalam pertemuan tersebut IBI menerima tawaran dari Kemkes untuk dimasukan dalam RUU Keperawatan dengan syarat subtansi harus jelas perbedaanya. Berbagai argumentasi di sampaikan oleh IBI terkait dengan sikap tersebut.



Terhadap tawaran Kemkes tentang penambahan nama tersebut, PP PPNI tidak bisa menjawabnya, karena dari 3 kali Munas, amanatnya adalah sama UU Keperawatan, bukan UU yang lain. RUU Keperawatan dianggap sudah diatas angin oleh Kemkes, karena surat dari DPR dan amanat Presiden sangat jelas, RUU Keperawatan saja tanpa kata lain.

Sehingga, sangat terkesan Kemkes hanya berupaya mengadvokasi PPNI untuk menerima usulan penambahan nama tersebut. Proses advokasi tidak berkembang kearah yang lebih kreatif. Seperti apakah satu nama dua esensi atau harus dua nama terpisah sebagai judul UU. Seperti UU Praktek Kedokteran, didalamnya ada dokter dan dokter gigi. Esensi terpisah yang diminta IBI tidak dikembangkan dalam proses advokasi.

Usul nama RUU Keperawatan dan Kebidanan oleh kemenkes seperti harga mati. Terkesan dengan kuat menekan satu pihak dan memanjakan pihak lain. Pertemuan tidak berhasil menyepakati usulan penambahan nama. Hingga akhirnya pimpinan rapat berkesimpulan, tentang nama akan dikembalikan kepada Menkes. Selanjutnya, karena secara kelembagaan RUU adalah usulan DPR, maka PPNI tidak sepakat untuk terlibat dalam tim pembahasan RUU di Kemenkes. Tetapi bersifat independen, agar bisa mengawal proses di kedua belah pihak secara aktif.



Hari-hari kedepan adalah hari penuh kewaspadaan, berbagai elemen PPNI harus menggunakan segala indera dan instink bawah sadar serta naluri politik untuk mengawal proses perudangan UU Keperawatan. BILA TIDAK, kemungkinan proses akan sangat lama, momen politik habis. Dan habislah perjuangan belasan tahun kita.

Tetaplah dalam koordinasi, satu langkah, satu visi, banyak aktifitas, dan beragam upaya masif dilakukan untuk UU Keperawatan. Seperti lazimnya sebuah pertandingan babak akhir, energy telah terkuras, stamina sudah nyaris habis, konsentrasi tak lagi focus dan bisa mudah lengah. Tanpa semangat dan kewaspadaan, kemenangan yang sudah hampir diraih bisa lepas begitu saja oleh strategi lawan. Mari tetap waspada dan semangat!

Hidup Perawat Indonesia !!!!



Ditulis oleh : Masfuri – Team Satgas RUU Keperawatan
Sumber : PPNI Pusat

Labels: , , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 9:34 PM | 0 comments ShareThis
Wednesday, June 12, 2013
Dalam rangka pelaksanaan Pemilu Tahun 2014, dan memenuhi hak politik WNI di Kuwait. PPLN Kuwait telah membuat pengumuman dan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN), apabila ada kekurangan nama atau data mohon dibaca pengumuman tertulisnya dan HANYA mengirimkan data tersebut ke nomor dan email yang telah tertera di pengumuman tersebut.

Berikut pengumuman tertulis dari PPLN Kuwait:

Kepada Yth,
Seluruh WNI di Kuwait

Dalam rangka Pemilu 2014, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuwait telah menyusun Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) Kuwait sebagaimana terlampir. Mohon kiranya Bapak/Ibu/Sdr/i dapat membuka DPSLN dimaksud dan mengecek apakah datanya sudah tercantum dalam DPSLN.

Bagi yang datanya belum tercantum dalam DPSLN atau belum lengkap atau yang datanya telah berubah, mohon kiranya dapat mengirimkan datanya (nama, nomor paspor, nomor Civil ID, tempat dan tanggal lahir, alamat dan nomor telpon) ke email pplnkuwait2014@gmail.com atau SMS ke nomor 99545712. Data yang telah masuk akan menjadi bahan pemutakhiran DPSLN untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) Kuwait. Terima kasih.



Demikian Terima Kasih

KBRI Kuwait



Silakan klik link dibawah ini, Setelah terbuka untuk mendapatkan data lebih lengkap klik "file" dikiri atas lalu klik "download" :

DPSLN Kuwait Pemilu 2014.

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:45 AM | 0 comments ShareThis
Friday, June 7, 2013
Kaifan, Kuwait. Para TKI tenaga formal, khususnya Perawat sudah dapat tersenyum lega dengan permasalahan yang menyangkut pembuatan dan perpanjangan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Pasalnya terhitung sejak tanggal 10 Juni 2013 para tenaga kerja formal luar negeri yang berada di Kuwait sudah dapat memproses KTKLN di KBRI setempat.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui perwakilannya, dalam hal ini Pejabat/Staff bagian pengurusan KTKLN menepati janji untuk datang ke Kuwait awal Juni 2013 untuk membawa perangkat percetakan dan keperluan lainnya terkait KTKLN. Setelah pembahasan dan persiapan dilakukan bekerja sama dengan pihak KBRI Kuwait, akhirnya Selasa 4 Juni 2013 pukul 19.00 - 21.00 WK diadakan acara Launching KTKLN di KBRI Kuwait dengan mengundang berbagai Organisasi Masyarakat baik tenaga formal maupun non formal.



Berikut sedikit ringkasan penjelasan kegiatan launchingnya KTKLN yang dilaksanakan di gedung KBRI Kuwait yang dihadiri perwakilan INNA-K (Zulkifli, Yuliyanti, Ulul Azmi dan Eka Prasetiya) :

Kegiatan yang bertajuk "Peluncuran Penerbitan KTKLN di KBRI Kuwait" ini dihadiri oleh seluruh perwakilan organisasi-organisasi masyarakat indonesia yang berada di Kuwait, baik itu tenaga formal maupun non formal. Acara berlangsung di gedung KBRI pada hari Selasa 4 Juni 2013 pukul 19.00 sampai pukul 21.00 Waktu Kuwait.

Proses acara yang berlangsung secara resmi dalam suasana kekeluargaan tersebut dibuka dan selanjutnya penyampaian kata sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuwait (Ferry Adamhar), kemudian diteruskan dengan penjelasan atau pemaparan dari delegasi BNP2TKI mengenai KTKLN dan tujuan kedatangan mereka di Kuwait.

Setelah perwakilan BNP2TKI memberikan penjelasannya, maka acara dilanjutkan dengan serah terima dokumen secara simbolik dari pihak BNP2TKI kepada Duta Besar Republik Indonesia di Kuwait. Pada kesempatan tersebut, dilakukan demonstrasikan pembuatan KTKLN untuk 2 orang yang di wakili oleh Alex perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMI) di Kuwait dan Yulianti Nehru perwakilan dari Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K).


Pembuatan dan perpanjangan KTKLN di KBRI Kuwait akan efektif terhitung sejak tanggal 10 Juni 2013. Adapaun persyaratan yang harus dipenuhi untuk penerbitan KTKLN adalah sebagai berikut :

  1. Passport
  2. Perjanjian kerja/work permit/ employment pass atau document lain yang menunjukan yang bersangkutan bekerja diluar negeri
  3. Kepersertaan asuransi diluar negeri (untuk perawat kartu yang didapat ketika perpanjangan CID)
  4. Mengisi formulir yang ada di KBRI Kuwait.

Catatan lain yang di sampaikan dari pihak KBRI adalah ;

  1. Renew KTKLN bisa di lakukan paling cepat sebulan sebelum masa expire kartu.
  2. Masa berlaku KTKLN berbeda-beda tergantung kontrak kerja, misalnya 2 tahun untuk yang informal, atau untuk yang unlimited residen maka KTKLN bisa berlaku sampe 5 tahun.
  3. Proses pembutan KTKLN hanya memerlukan waktu dalam hitungan menit.





By. Masitoh Kaka

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 6:42 PM | 0 comments ShareThis
Thursday, May 16, 2013
Tokyo - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil membuat aplikasi pemanfaatan pembuluh darah menarik perhatian Fujitsu. Selain diboyong ke Jepang, hasil karya mereka juga akan dibantu ke tahap komersil setelah tampil jadi juara Fujitsu Innovation Challenge 2013.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Bagus Hanindito, Wisnu Wijayanto dan Cindy Agustina ini memang unik. Sistem yang mereka buat bisa dipakai untuk sistem absensi sekaligus memeriksa kondisi kesehatan para penggunanya.

Sistem yang mulai dikembangkan itu diklaim lebih baik dari perangkat finger print dalam beberapa hal, umpamanya dari soal higienis. Sebab pengguna tak perlu bersentuhan maka keseterilan perangkat lebih terjaga. Belum lagi soal keamanan di mana sistem ini diklaim tidak bisa disadap.


Aplikasi yang dibuat dari bahasa permograman C++ itu dikembangkan pada platform Fujitsu Palmsecure, hal itulah yang membuat produsen asal Jepang tersebut jatuh hati.

"Aplikasi ini akan kita bawa ke bagian development untuk terus dikembangkan. Nanti para mahasiswa juga akan kami ajarkan bagaimana cara menguangkannya," ujar Nuraini Kurnia, Country Head of Marketing Fujitsu Indonesia, di Tokyo International Forum, 15-16 Mei 2013, yang dihadiri detikINET.

Hingga saat ini aplikasi tersebut masih terus dikembangkan. Bahkan ketiga mahasiswa yang masih duduk di semester 4 itu diminta mempresentasikan hasil karyanya di depan para arsitek software Fujitsu. Jika menarik, bukan tidak mungkin aplikasi tersebut bisa mendatangkan uang bagi ketiga mahasiswa Indonesia ini.


PalmSecure

Teknologi PalmSecure yang diciptakan Fujitsu menggunakan otentikasi pembuluh darah telapak tangan, teknologi ini diharapkan dapat menciptakan aplikasi human-centric yang lebih kuat jika dibandingkan dengan sistem yang hanya menggunakan otentikasi mesin.

Teknologi otentikasi pembuluh darah PalmSecure menggunakan pola vaskular untuk mengidentifikasi data personal. Pengenal pembuluh darah tergolong aman karena otentikasi data terdapat dalam tubuh, sehingga sangat mustahil untuk dipalsukan.

Karakter unik ini telah membuat pengenal pembuluh darah telapak tangan menjadi populer, digunakan khususnya untuk hal keamanan, dan umumnya digunakan untuk sistem waktu kehadiran.

PalmSecure menawarkan solusi yang mudah digunakan dan higienis untuk verifikasi identitas. Alat pendeteksi pembuluh darah telapak tangan dapat digunakan tanpa kontak langsung dan dapat digunakan dengan tangan yang kotor atau kulit tangan yang sedang terluka.

Di Eropa, penggunaan teknologi otentikasi pembuluh darah telapak tangan telah banyak digunakan bersama dengan berbagai aplikasi di bermacam industri seperti finansial, kesehatan, keamanan gedung dan fasilitas layanan publik. Hal ini pun diharapkan bisa dapat segera juga digunakan di Indonesia.


(eno/ash)





Sumber : Trisno Heriyanto - detikinet,

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 11:11 AM | 0 comments ShareThis
Wednesday, February 13, 2013
Kawan semua, seperti yang telah kita ketahui pemerintah akan memberlakukan Sistem Kesehatan Nasional yang baru yang akan dilaksanakan per tanggal 1 Januari 2014 dibawah nama SJSN atau Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tapi, apakah kawan semua tahu apa itu SJSN? Terlebih lagi apa yang dimaksud dengan BPJS itu? Nah, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dasar yang berkaitan dengan SJSN, dan tentunya sebagai tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan terutama keperawatan harus mengetahui sedikitnya konsep dari sistem ini.

SJSN merupakan sebuah sistem perlindungan sosial yang diharapkan mampu memberikan manfaat berupa jaminan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia. Hal ini didasarkan pada Amandemen Undang-undang Dasar 1945 pasar 28H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2 yang diwujudkan dalam penyusunan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004. Bentuk jaminan sosial ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kesehatan yang paling penting.

Sifat dari jaminan ini adalah wajib, selaras dengan tujuan pembentukan Negara Indonesia yang menganut paham Negara kesejahteraan atau welfare state. SJSN memiliki turunan yaitu Sistem Kesehatan Nasional, yang memiliki target seluruh lapisan masyarakat dan penduduk Indonesia terjamin kesehatannya dengan sistem ini. Jika di Indonesia terkenal dengan SKN, maka di Amerika dikenal dengan Obama Care, yang pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama yaitu universal health coverage. Miniatur kecilnya adalah Sistem Jaminan Kesehatan milik Pemda DKI, namun SKN akan lebih luas lagi dan lebih kompleks.

Lalu bagaimana dengan pembiayaan dan pengelolaan? Karena sistemnya terpusat, maka maka konsep pembiayaan dan pengelolaan akan menjadi satu dan ditangani oleh satu badan yaitu BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan inilah yang menjadi satu-satunya “Asuransi Negeri” bagi seluruh penduduk Indonesia. Semua jaminan sosial termasuk kesehatan, BPJS lah yang mengatur, tidak ada lagi pihak Askes atau Jamsostek.

Seperti yang disinggung diatas, sistem kesehatan nasional memiliki dua komponen penting, aspek pendanaan dan layanan kesehatan. Komponen pendanaan ini menggambarkan dan mengatur sumber-sumber keuangan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk Indonesia. Nah, sumbernya terdiri dari 5; pendanaan langsung dari masyarakat yang dibayarkan secara langsung kepada fasilitas kesehatan, dana dari pemerintah atau Pemda, pembayaran iuran asuransi wajib yang diatur dalam UU SJSN, pendanaan dari pihak luar seperti pemberi kerja atau peserta asuransi, dan bantuan dari dalam maupun luar negeri.

Sumber pendanaan dari iuran wajib nantinya akan dikelola oleh BPJS, sementara pendanaan dari kantong perorangan/keluarga, pemberi kerja baik langsung atau melalui asuransi kesehatan swasta akan menjadi sumber dana tambahan untuk layanan kesehatan perorangan. Sedangkan dana dari pemerintah/Pemda akan tetap diperlukan sebagai bantuan iuran bagi penduduk miskin dan tidak mampu serta pendanaan program kesehatan masyarakat yang bukan bersifat perorangan.

Komponen layanan kesehatan dalam konteks penyediaan layanan kesehatan untuk perorangan, BPJS Kesehatan akan “membeli” layanan kesehatan dari fasilitas kesehatan umum dan swasta dengan harga yang dinegosiasikan per tingkat wilayah. Sehingga “harga” per wilayah bervariasi tergantung dari wilayah tersebut. Karena BPJS Kesehatan akan membeli sejumlah layanan kesehatan umum maupun swasta, maka diharapkan pihak swasta suatu saat nanti membuka akses layanan kesehatan di daerah, karena semakin ke daerah, “harga” layanannya berbeda dengan di kota atau pusat.

Inilah yang menjadi konsep harapan ekuitas dalam kesehatan, sehingga akses pelayanan kesehatan benar-benar mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Dengan demikian, BPJS memiliki peranan yang penting dalam mengatur kesejahteraan penduduk Indonesia.

Itulah gambaran sedikit mengenai Sistem Kesehatan Nasional yang akan diterapkan pada tahun 2014 nanti. Semoga dengan adanya sistem ini, jaminan kesehatan penduduk Indonesia menjadi lebih besar dan terlindungi semuanya, tanpa memandang kasta sosial. Seluruh penduduk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang sama, dengan fasilitas yang sama setiap kelas, tidak ada perbedaan, kecuali membeli sejumlah layanan tingkat lanjut yang eksklusif yang tidak disediakan oleh BPJS.


By : Hedy Hardiana, Sumber : Perawat Online

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 8:57 PM | 0 comments ShareThis
Saturday, February 9, 2013
KEMENTERIAN KESEHATAN RI MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA TENAGA KESEHATAN DI SELURUH INDONESIA YANG BERAGAMA ISLAM, UNTUK MENJADI PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA TAHUN 2013 M/1434 H.

SEBELUM MELAKUKAN REGISTRASI ONLINE, SELURUH PEMINAT WAJIB MENYIMAK SELURUH KETENTUAN, KEMUDIAN MENG KLIK “SAYA MENYETUJUI DAN MEMATUHI PERSYARATAN INI” PADA BAGIAN BAWAH BACAAN.
  1. Silahkan unduh Surat Pengumuan disini
  2. Silahkan unduh Jadwal Rekrutmen disini
  3. Silahkan unduh Persyaratan disini
  4. Silahkan unduh Petunjuk Registrasi Online disini
  5. Silahkan unduh Daftar Kelengkapan Dokumen disini
  6. Silahkan unduh Contoh Form Surat disini
  7. Silahkan unduh daftar PO BOX dapat diunduh disini

HAL – HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN :

  1. Pendaftar TIDAK DIPUNGUT BIAYA administrasi Rekrutmen. 
  2. Pendaftar diperbolehkan mendaftar SATU KALI.  Pendaftar dengan Registrasi lebih dari satu kali dinyatakan DISKUALIFIKASI.
  3. Pendaftar diminta menggunakan satu alamat surat elektronik (e-mail) sebagai syarat pendaftaran. Surat Elektronik (e-mail) akan digunakan sebagai syarat pendaftaran, pengumuman peserta latih, pemanggilan pelatihan dan diseminasi informasi lainnya. Untuk itu, harap pendaftar dapat mengecek e-mail pribadi secara rutin.



Sumber : puskeshaji.depkes.go.id/web/

Labels: , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 10:07 AM | 0 comments ShareThis
Friday, February 1, 2013
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan zat baru dalam kasus Raffi Ahmad Cs, derivat cathinone yang dinamakan Methylone.

Zat ini rupanya memiliki bahaya melebihi narkotika yang sudah umum beredar di masyarakat, seperti ekstasi, heroin, atau sabu. Bahaya kejang tidak terkontrol sampai dengan meninggal dunia mengintai siapapun korban yang menyalahgunakan zat tersebut.

"Perlu kita waspadai, efeknya ini yang sangat mengerikan. Dampak bahayanya lebih dasyat dan bahaya dibanding ekstasi atau sabu yang struktur dasarnya MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine)," kata ahli Farmasi Kimia Mufti Djusnir, di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2013).

"Dia mempengaruhi adrenalin yang kuat, bersifat psikoaktif, sehingga efek farmokologi yang ditimbulkan kejang yang tidak terkontrol sampai dengan mual-mual, muntah, pusing. Kalau sampai OD (over dosis) maka senyawa metilon (Methylone) dapat melakukan debar jantung dan berakibat keram jantung, dan berakibat kematian," papar Mufti.

Zat yang ditemukan di tubuh Raffi Cs itu, terangnya, jauh lebih dulu ditemukan ketimbang zat yang terkandung di dalam ekstasi dan sabu.

Methylone sendiri merupakan gugusan molekul dari struktur dasar molekul Cathinone. Methylone sendiri memiliki sifat adiktif bila dikonsumsi. Namun dosis yang digunakan tergantung tingkat toleransi masing-masing penyalahguna. Bila pecandu itu tidak mampu memenuhi kebutuhan candunya itu, maka dia akan merasa gelisah dan berhalusinasi.

"Jadi adiksinya itu sangat kuat," jelasnya.



Andri Haryanto - detikNews

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 1:05 AM | 0 comments ShareThis
Thursday, January 3, 2013
Jabriya, Kuwait. Pada hari Rabu, tanggal 2 January 2013 Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA –K, red) membuka kegiatan di tahun baru dengan mengadakan kegiatan Training Basic Life Support (BLS). Kegiatan perdana yang merupakan program kerja dari Departemen Pendidikan dan Training (DPdT) ini di gawangi oleh Mochamad Robby Fajar Cahya, Wendra Wijaya, Syaeful Satiri, Noerlaeli dan Arif, Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses.


Kegiatan training ini merupakan hasil kerjasama antara DPdT INNA-K dan American Heart Association – Kuwait Medical Association (AHA-KMA), dilaksanakan di Sekretariat KMA Jabriya. Pelaksanaan training di mulai pada jam 16.00 – 21.00 WK, di buka oleh Dr. Adel Khalil yang merupakan Instruktur Paramedic dan juga menjabat sebagai Faculty AHA.

Kegiatan di awali dengan absensi peserta, perkenalan Instruktur dan peserta di lanjutkan dengan pemberian materi berupa CPR dengan 1 rescuer, penggunaan AED, CPR dengan 2 rescuer, CPR pada anak , CPR pada bayi , tehnik chooking selanjutnya diakhiri dengan write exam dan practice exam, Alhamdulillah semua peserta dinyatakan lulus 100 %.



Kegiatan training ini di hadiri oleh 9 peserta, yang merupakan para perawat yang bekerja di Rumah Sakit yang berada di Kuwait diantaranya : Achmad Syaid, Eka Nagari, Diana, Noerlaeli, Asep Pahrudin, Angger Larasayom, Taurina Widiyanti, Muhidin dan Anita.





Semua peserta merasa senang dan bangga karena mendapat pemahaman baru tentang cara melakukan BLS. Sukses untuk teman- teman semua diangkatkan 1. Mari kita tingkatkan Skill kita semua. Ditunggu untuk teman- teman yang lain di angkatan 2.



(Mr.FC-DPdT, 1/13).

Labels: , , , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 7:35 PM | 0 comments ShareThis
Monday, December 31, 2012
Mangaf, Kuwait. Pada tanggal 29 Desember lalu, dipenghujung tahun 2012 KBRI Kuwait mengadakan acara "REFLEKSI AKHIR TAHUN" yang diadakan mulai jam 10.00 - 17.00 WK tepatnya di Hilton Hotel kawasan Mangaf - Kuwait. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan semua pengurus Organisasi Kemasyarakatan Indonesia yang berada di Kuwait, seperti FKMI, Perwira, PMIJ, IATMI, anak-anak perhotelan, serta perwakilan pengurus PPNI Kuwait.

Beberapa Pengurus INNA/PPNI Kuwait turut hadir yang dimotori oleh Zulkifli Abdullah Usin selaku Ketua, Wakil Ketua (Syibli El Faries) dan Sekretaris (Rana) serta beberapa pengurus dari Region Farwaniya dan Ahmadi.

Sebenarnya anggota PPNI Kuwait juga banyak yang hadir disana, tetapi mereka hadir sebagai undangan mewakili organisasi kemasyarakatan yang lain dimana juga terlibat kepengurusan disana. Misalnya rekan INNA-K yang dikenal dengan sebutan Kang Acut, Beliau mewakili PERWIRA dan Asep yang hadir mewakili PMIJ.

Acara REFLEKSI AKHIR TAHUN tersebut diisi dengan sambutan Dubes Indonesia untuk Kuwait Ferry Adamhar tentang pencapaian yang telah diraih KBRI Kuwait selama periode tahun 2012, Kemudian diikuti dengan soft launching sistem aplikasi online pelayanan kekonsuleran, sharing pengalaman menegnai security awareness oleh Luigi Pralangga WNI yang bekerja di kantor PBB Kuwait.

Selanjutnya setelah sholat Duhur acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan diakhiri dengan permainan games dan lomba untuk anak-anak, remaja maupun bapak-bapak dan ibu.

Walaupun PPNI Kuwait kalah dalam lomba tarik tambang, tapi Alhamdulillah Bisri dari Region Farwaniya mendapat juara 1 lomba Kayang.

Pada akhir acara semua peserta mengadakan foto bersama dengan Dubes dan Istri serta seluruh pejabat dan karyawan KBRI Kuwait.

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 8:16 PM | 0 comments ShareThis
Friday, July 29, 2011
Reggae, Kuwait. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan KBRI Kuwait mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan tenaga kerja Indonesia di Kuwait dalam upaya men-sosialisasikan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Kegiatan tersebut telah terlaksana siang tadi, Pukul 13.00 - 15.30 WK di Lobi Hotel Ramadha Reggae. Undangan yang hadir cukup banyak, sehingga memadati ruang lobi yang berkapasitas kursi 200 orang tersebut. Hampir seluruh perwakilan TKI baik sektor formal maupun non-formal sangat antusias untuk mengetahui lebih jauh mengenai KTKLN itu sendiri. Namun karena keterbatasan waktu, hanya beberapa orang saja yang diberikan kesempatan untuk bertanya.

KTKLN adalah kartu identitas bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai dokumen pemberangkatan TKI yang telah memenuhi persyaratan dan prosedur untuk bekerja diluar negeri yang berbentuk Smartcard berbasis chip microprocessor contactless dan dapat dikembangkan fungsinya sebagai kartu multi fungsi.

Dasar hukum penerapan system KTKLN yaitu berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004, Pasal 62 ayat (1) : "Setiap TKI yang ditempatkan diluar negeri, wajib memiliki dokumen KTKLN yang dikeluarkan oleh Pemerintah".

KTKLN diterapkan oleh BNP2TKI dengan tujuan sebagai berikut :
  • Data Base Penduduk yang berada diluar negeri (pendataan TKI)
  • Sebagai sebuah instrument bagi pemerintah dalam upaya pengawalan proses penempatan dan penanganan masalah TKI
  • Memberikan suatu kepastian dan kesinambungan dalam upaya pelayanan pada pra - masa - penempatan TKI..

KTKLN wajib bagi seluruh TKI dimanapun berada, tentunya dengan beberapa kriteria dan persyaratan berbeda. Terkait dengan permasalahan bagaimana memperolehnya dan persyaratan apa yang harus dipenuhi Perawat di Kuwait adalah sebagai berikut :

  1. Perawat yang akan berangkat pertama kali dalam proses pembuatan KTKLN wajib melampirkan ;
    • Pasport - Visa kerja - Kartu Peserta Asuransi (KPA) dan perjanjian kerja - Sertifikat Kesehatan,
    • Surat Keterangan telah mengikuti Pembekalan Akhr Pemberangkatan (PAP) TKI,
    • Bukti pembayaran DP3TKI (Dana Pembinaan Penempatan dan Perlindungan TKI).
  2. Perawat yang sudah berada di Kuwait untuk pembuatan KTKLN wajib melampirkan/menunjukkan ;
    • Passport dan Iqomah
    • Perjanjian kerja atau dokumen lain yang membuktikan bahwa TKI yang bersangkutan bekerja diluar negeri.

Sedangkan proses cara pembuatan bisa langsung di bandara ataupun di BP3TKI (Balai Playanan Penempatan dan Perlindungan TKI) wilayah terdekat. Kami sarankan bagi WNI sebagai TKI (Perawat) yang berminat mengisi data secara online silakan klik link ini : Applikasi KTKLN. Kemudian KTKLN bisa diperoleh tanpa proses lama di Bandara Soekarno-Hatta terminal kedatangan internasional 2D, konter BP3TKI yang buka jam kerja 24 jam.


Note : referal makalah KTKLN

Labels: , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 4:14 PM | 0 comments ShareThis
Monday, February 28, 2011
Jakarta - Sebuah aplikasi ponsel yang bisa mendeteksi kanker dan diklaim lebih akurat daripada tes yang biasa dilakukan di rumah sakit, telah dikembangkan sejumlah ilmuwan.

Aplikasi yang kompatibel dengan ponsel smartphone tersebut diklaim 100 persen akurat dalam membedakan antara kanker jinak dan kanker ganas. Hebatnya lagi, aplikasi tersebut hanya memerlukan waktu satu jam untuk mendiagnosis penyakit kanker, yang artinya, pasien tak perlu lagi menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk dapat hasilnya.

Para peneliti di Amerika Serikat juga mengatakan bahwa gadget tersebut bisa memudahkan dokter melacak seberapa efektif obat yang diberikan dalam melawan sel kanker pada tubuh pasien.

Dalam sebuah percobaan, aplikasi yang belum diberi nama itu punya keakuratan hingga 88 persen membedakan kanker atau tumor pada perut. Setelah beberapa tahap perkembangan, jurnal Science Translational Medicine pun melaporkan, aplikasi smartphone tersebut sudah mencapai tingkat akurasi 100 persen.

Cara kerja gadget yang dikembangkan di Massachusetts General Hospital, Boston tersebut adalah menghubungkan aplikasi ke smartphone menggunakan mesin miniatur MRI (Magnetic Resonance Imaging). Saat tes, pasien yang diduga menderita kanker perut diambil sampel rambutnya menggunakan jarum kecil.

Para peneliti kemudian menambahkan contoh antibodi untuk mengikat protein yang ditemukan dalam sel tumor perut. Partikel kecil magnet kemudian dipasang ke antibodi.

Magnet tersebut lalu dimasukkan dalam mesin MRI untuk menstimulasi molekul dalam sample tersebut, membuatnya bergetar. Semakin kencang molekul bergetar, maka semakin besar kemungkinan pasien tersebut mengidap kanker.

"Aplikasi untuk smartphone ini merupakan alat yang mudah digunakan bagi para dokter, karena bentuknya yang mudah digenggam dan ditempatkan di ruangan kecil," ujar Dr Cesar Castro, salah satu tim peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.



Sumber : us.wolipop.com

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 10:39 AM | 0 comments ShareThis
Saturday, December 25, 2010
Para ahli nutrisi selalu menyarankan tiga jenis makanan sehat yang wajib dikonsumsi yakni buah, sayur, dan ikan. Tapi, apakah ikan yang diolah dengan cara digoreng termasuk dalam makanan sehat?

Ternyata tidak. Paling tidak menurut sebuah penelitian yang melihat kaitan antara konsumsi ikan dan penyakit stroke. Survei yang dilakukan di wilayah yang disebut "sabuk stroke" di Amerika, yakni Carolina, Arkansas dan Lousiana, karena tingginya penderita stroke di daerah ini, menemukan mayoritas penduduk rutin makan ikan, tapi diolah dengan cara digoreng.

Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat akibat sumbatan di pembuluh darah. Akibatnya sel-sel saraf yang butuh oksigen menjadi mati. Semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya hipertensi dan kolesterol tinggi, juga bisa menyebabkan stroke.

Menurut penelitian, 32 persen penduduk di wilayah "sabuk stroke" mengonsumsi ikan goreng dua kali seminggu, bahkan lebih, dibanding penduduk di wilayah lainnya.

Dr.Fadi Nahab, direktur program stroke dari Emory University Hospital, menyebutkan menggoreng akan menyebabkan manfaat pencegahan stroke dari ikan ikut hilang.

Sebuah studi yang dilakukan di Spanyol menemukan, ketika digoreng kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 yang terdapat dalam ikan akan menghilang dan digantikan oleh lemak yang tidak sehat. Hal ini terutama pada ikan laut dalam, seperti ikan salmon. Pada ikan jenis lain, penurunan omega-3 yang terjadi memang tidak sebanyak ikan laut dalam.

"Mengonsumsi ikan saja tidak cukup. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan," kata Nahab. Alih-alih digoreng, ia menyarankan agar ikan dikukus, dibakar, atau dibuat sup.



Sumber : KompasHealth

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 1:04 PM | 0 comments ShareThis
Wednesday, December 22, 2010
Saat ini sudah 2 (dua) rumah sakit di Indonesia menyandang standar internasional, yaitu Siloam Gleneagles Hospital Karawaci Banten dan Santosa Hospital Bandung. Santosa Hospital menjadi rumah sakit pertama di Jawa Barat yang mendapatkan akreditasi dari Joint Commission International (JCI) yang berpusat di Amerika Serikat, dengan hasil yang menggembirakan yaitu tingkat kepatuhan terhadap standar internasional mencapai lebih dari 97%.

Menteri Kesehatan pada tanggal 18/12/2010, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH menghadiri syukuran keberhasilan Santosa Hospital meraih akreditasi Internasional, sekaligus meresmikan perluasan ruang rawat inap khusus amal (Charity Ward) bagi peserta Jamkesmas dan Jamkesda di Jalan Kebonjati No. 38 Bandung.

Dalam sambutannya Menkes mengatakan, memasuki era globalisasi dan persaingan pasar bebas diperlukan peningkatan mutu dalam segala bidang, diantaranya peningkatan pelayanan yang bermutu di rumah sakit menuju kualitas pelayanan global yang diakui secara internasional.

Menkes menegaskan, dalam upaya mendukung peningkatan mutu rumah sakit, pemerintah telah membuat kebijakan yang dituangkan dalam UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Peraturan Menteri Kesehatan No. 659 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia dan SK Menteri Kesehatan No. 1195 Tahun 2010 tentang Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Bertaraf Internasional.

Pada pasal 40 UU No. 44 tahun 2009 disebutkan, dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali.

Hal tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap mutu pelayanan rumah sakit sekaligus mengisyaratkan bahwa arah pengembangan mutu pelayanan rumah sakit adalah menuju pelayanan internasional” ujar Menkes.

Menkes mengatakan, dalam upaya menuju pelayanan internasional, pemerintah tidak hanya bergerak pada undang-undang dan peraturan melainkan juga pada sistemnya dengan memperbaiki sistem penyelenggaraan akreditasi. Saat ini tengah dilakukan penyempurnaan akreditasi menuju akreditasi internasional.

Kemenkes sudah membentuk Pokja penyempurnaan akreditasi rumah sakit untuk menyusun Peraturan Menteri Kesehatan tentang Akreditasi RS. Selain itu juga mempersiapkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS) untuk terakreditasi Internasional oleh International Society for Quality in Health Care (ISQua) dan mempersiapkan model akreditasi baru. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Kemenkes menargetkan minimal 5 rumah sakit akan terakreditasi secara internasional.

Dalam kesempatan tersebut Menkes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Santosa Hospital yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan keberhasilan terakreditasi internasional dari JCI dengan nilai yang sangat baik serta penambahan sarana pelayanan bagi masyarakat yang kurang mampu.

JCI adalah organisasi nirlaba yang berpusat di Amerika Serikat dan merupakan divisi dari Joint Commission Resources (JCR) cabang dari The Joint Commission yang berfokus pada peningkatan mutu berkelanjutan dan keselamatan pasien (continuous quality improvement and patient safety) dari rumah sakit yang diakreditasi oleh JCI.

Acara syukuran juga dihadiri Ketua DPR RI, Marzuki Alie, Gubernur Jabar H. Achmad Heryawan, Dirjen Bina Pelayanan Medik, dr. Supriyantoro, para Muspida Jawa Barat, Walikota Bandung, H. Dada Rosada dan para undangan dari dinas terkait, para direktur rumah sakit se Jawa Barat.

Dengan memperoleh akreditasi JCI, tidak hanya terjadi peningkatan mutu layanan, tetapi juga tercipta perubahan budaya dalam rumah sakit yang menjadikan pasien sebagai pusat rumah sakit. Dengan kata lain pasien tidak hanya menjadi pihak yang menerima layanan kesehatan tetapi ia juga menjadi bagian dari rencana pengobatannya. Perubahan budaya ini merupakan suatu proses yang berkelanjutan, dengan akreditasi ini Santosa Hospital menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Dengan standar JCI semua pasien yang datang ke Santosa Hospital akan lebih nyaman karena tahu mereka ditangani para profesional yang kompeten, dirawat dengan sistem yang tepat, menjamin adanya layanan prima dengan menggunakan peralatan canggih dan akurat.

Sebagai wujud dari corporate social responsibility, saat ini Santosa Hospital mengalokasikan 100 tempat tidur (TT) untuk kelas 3, dari jumlah itu 52 TT di antaranya merupakan kelas Charity Ward untuk melayani pasien kurang mampu peserta JAMKESMAS dan JAMKESDA dengan standar pelayanan medik dan keperawatan yang tidak berbeda dari kelas-kelas perawatan lain.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id




Sumber : Depkes.go.id

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 8:01 AM | 0 comments ShareThis
Saturday, December 11, 2010
Jakarta, Ibu hamil sebaiknya harus berhati-hati dalam memilih pasta gigi, karena penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam pasta gigi dapat merusak otak janin.

Ilmuwan telah menemukan bahwa wanita hamil yang terkena bahan kimia tingkat tinggi, yaitu triclosan, dapat membuat bayi yang dikandungnya berisiko mengalami kecacatan.

Penelitian baru menunjukkan bahwa triclosan pada pasta gigi dapat mengganggu aliran darah ke rahim, sehingga menyebabkan kelaparan otak janin. Padahal oksigen sangat diperlukan untuk perkembangan otak janin.

"Kami tahu bahan kimia ini dapat membawa masalah, apalagi untuk ibu hamil. Tapi kami belum tahu seberapa banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan masalah," kata Profesor Margaret James dari University of Florida, dilansir Dailymail, Sabtu (11/12/2010).

Triclosan merupakan anti-bakteri yang kuat yang dikembangkan hampir 50 tahun yang lalu.

Sekarang umum digunakan dalam pasta gigi, deodoran dan sabun pencuci tangan, sabun mandi anti-bakteri dan bahkan beberapa jenis mainan.

Namun, bahan ini tengah membawa kekhawatiran dan Food and Drug Administration (FDA) Amerika telah mengumumkan untuk meninjau ulang tingkat keamanan penggunaan ticlosan.

Dalam studi terbaru, menunjukkan bahwa triclosan dapat mengganggu enzim yang memungkinkan hormon estrogen beredar di rahim.

Estrogen membantu untuk membuka arteri utama yang membawa darah kaya oksigen ke janin. Jika terlalu sedikit, arteri ini menyempit dan pasokan oksigen akan habis.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban diduga dapat merusak organ reproduksi, menurunkan kualitas sperma, serta produksi tiroid dan hormon seks.

Penelitian lain juga menemukan bahwa kandungan triclosan pada pasta gigi yang seharusnya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, malah dapat menyebabkan kuman-kuman makin kebal terhadap antibiotik.

Selain itu, kedua senyawa ini juga menolak air atau hidrofobik, cenderung menempel pada partikel, sehingga mengakibatkan penurunan ketersediaan proses dan merusak fasilitasi transportasi jangka panjang dalam air dan udara.

Bahkan sebuah studi menemukan bahwa akumulasi triclosan di air menyebabkan pencemaran di pantai yang akhirnya mengancam kehidupan di laut. (mer/ir).





Sumber : DetikHealth.Com

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 11:29 PM | 0 comments ShareThis
Monday, November 15, 2010
Jakarta, Sabun antibakteri yang menjanjikan dapat membunuh kuman tampaknya sudah tidak asing lagi di masyarakat. Tetapi sudah banyak pula penelitian yang menyatakan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban dapat membahayakan kesehatan manusia dan juga lingkungan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban diduga dapat merusak organ reproduksi, menurunkan kualitas sperma, serta produksi tiroid dan hormon seks.

Triclosan dan triclocarban telah dikaitkan dengan gangguan endokrin, dengan dampak potensial yang merugikan perkembangan seksual dan saraf.

Selain dalam sabun antibakteri, triclosan juga sering dipakai dalam pasta gigi dan kosmetik. Bahkan saat pertama kali ditemukan 50 tahun lalu, senyawa ini juga digunakan untuk membersihkan permukaan kulit saat operasi.

Penelitian lain menemukan bahwa kandungan triclosan pada pasta gigi yang seharusnya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, malah dapat menyebabkan kuman-kuman makin kebal terhadap antibiotik.

Penelitian laboratorium menunjukkan senyawa ini dapat menyebabkan mutasi gen pada beberapa jenis bakteri, di antaranya E coli, salmonella dan listeria. Dikhawatirkan mutasi itu akan membuat pengobatan infeksi menjadi tidak efektif.

Tak hanya itu, penelitian terbaru juga menemukan bahwa triclosan dan triclocarban dapat merusak lingkungan, terutama menyebabkan polusi air dan tanah.

Dilansir Medindia, Senin (15/11/2010), limbah triclosan dan triclocarban yang terbawa oleh air akan bercampur dengan tanah dan lingkungan air alami. Limbah triclosan dan triclocarban ini berbahaya karena tidak dapat terurai selama berbulan-bulan bahkan hingga tahunan.

Bahan kimia dari senyawa ini terdiri dari struktur cincin benzena yang terklorinasi, sehingga membuatnya sangat sulit untuk dipecah atau terurai.

Selain itu, kedua senyawa ini juga menolak air atau hidrofobik, cenderung menempel pada partikel, sehingga mengakibatkan penurunan ketersediaan proses dan merusak fasilitasi transportasi jangka panjang dalam air dan udara.

Bahkan sebuah studi menemukan bahwa akumulasi triclosan di air menyebabkan pencemaran di pantai yang akhirnya mengancam kehidupan lumba-lumba.



Sumber : DetikHealth.Com

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 11:45 PM | 0 comments ShareThis
Sunday, October 24, 2010
1. Purdi E. Chandra

Purdi adalah seorang pendiri bimbingan belajar Primagama di Yogyakarta, yang kemudian meluas keberbagai wilayah bahkan dibeberapa propinsi di Indonesia. Saat ini Primagama menjadi sebuah holding company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan.

Pria kelahiran Punggur, Lampung Tengah ini sejak kecil telah dididik berjiwa usaha. Di bangku SMP ia sudah beternak ayam dan bebek, kemudian menjual telurnya ke pasar. Purdi bermimpi kelak ia akan menjadi pengusaha sukses.

Menurut Purdi, Untuk menjadi pengusaha tak perlu pintar dan memiliki embel-embel gelar. Keberanian adalah salah satu modal wirausaha. Berani mimpi, berani mencoba, berani merantau, berani gagal dan berani sukses. Itulah yang menjadi pengalaman hidupnya hingga menuai kesuksesan.

Purdi mengaku punya resep manjur bagi yang ingin berwirausaha, yaitu BODOL, BOTOL dan BOBOL. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, segera daftarkan diri Anda pada acara seminar Entrepreneur yang diadakan INNA-K pada tanggal 6 November 2010 yang akan datang.

Sosok yang juga pernah menjadi ketua Himpunan Penguasaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya ini membentuk Entrepreneur University (EU), Hal ini mengingat keprihatinannya terhadap iklim bisnis di Indonesia. Entrepreneur University hingga saat ini telah memiliki 37 angkatan.

Entrepreneur University merupakan sebuah institusi pendidikan yang sifatnya tidak menggunakan aturan formal, tanpa status, tanpa akreditasi, tanpa dosen, tanpa ijazah dan tanpa gelar. Wisudanya pun dilakukan saat mahasiswa benar-benar membuka usaha.

Purdi mengkonsentrasikan pendidikannya pada pengembangan kecerdasan emosional, spiritual, mempertajam kreativitas dan intuisi bisnis mahasiswanya. Materinya pun seputar nilai-nilai kewirausahaan seperti pantang menyerah, kreatif dan inovatif, semangat tinggi, berani dan jeli melihat peluang usaha.


2. Akir Saputra

Pria kelahiran Majalengka, 7 Maret 1973 yang mengecap pendidikan terakhir sebagai Sarjana Tekhnik ini merupakan seorang pengusaha muda.

Apa yang di perolehnya dari keikutsertaannya sebagai mahasiswa Entrepreneur University angkatan ke-2 telah menjadikan hidupnya berkecukupan dengan memiliki berbagai usaha, antara lain :
  • Owner Central Computer
  • Owner SunPollar Digital Printing & Repro
  • Owner Angkasa Raya Print / Percetakan
  • Owner Grand Computer
  • Owner Wahana Computer & Digital Printing
  • Owner Imaga Refill Center
  • Owner Star3DMovie (www.star3dmovie.com)
  • Owner PT. Mangesti Lintas Nusantara (Developer Perumahan)
  • Owner PT. Tunas Property Investama (Developer Perumahan)
  • Owner Cintra Pesona Developer
  • Owner Green House Developer
  • Owner Pabrik Tinta Printer

Kecakapan dan keberhasilannya ini menjadikan beliau ditunjuk sebagai salah seorang tutor dan trainer pada berbagai seminar entrepreneur dengan bermitra bersama Purdi E. Chandra termasuk dalam pengelolaan Entrepreneur University.


3. Rahardjo M Syafei

Bagi rekan-rekan Perawat Indonesia di Kuwait yang datang angkatan tahun 2000 tentunya telah cukup mengenal sosok Raharjo. Beliau pernah bekerja di Kuwait sebagai seorang Perawat Neurosurgery ward 4 Ibn Sina hospital MOH kuwait (periode 2000-2008).

Dengan modal yang dimilikinya saat resign, Raharjo merintis wirausaha yang dikelolanya langsung. Namun banyak kendala yang dihadapinya saat itu. Tetapi setelah bergabung sebagai mahasiswa Entrepreneur University angkatan ke-5, Raharjo merasakan kepercayaan diri dalam membangun usahanya.

Walhasil, beliaupun kini memiliki berbagai usaha mandiri yang terbilang sukses. Adapun wirausaha yang telah dimilikinya antara lain :
  • Owner Catering & Rumah makan Sri Barokah
  • Owner Rumah makan Saung Kuningan
  • Owner Toko &Suplier Furniture CV Sri Barokah Grup
  • Owner Warnet Maestro
  • Owner Oemah baso
  • Owner Tenda Barokah sewa alat-alat pesta

Niatnya yang ingin berbagi ilmu pada rekan-rekan Perawat di Kuwait agar dapat membangun usaha mandiri di Indonesia setelah resign, akan dituangkannya melalui sebuah silaturahmi pada acara seminar Entrepreneur yang akan datang.

Bagi rekan-rekan Perawat sekalian yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha sukses, Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti seminer Entrepreneur sebelum tanggal 31 November 2010. Kita ikuti kata mereka "Jadikan bisnis Anda berjalan meskipun pemiliknya jalan-jalan".

Biaya pendaftaran 5 KD per orang, Korbankan uang yang tidak seberapa untuk mencari kesuksesan di masa depan Anda! Tunggu apalagi, segera hubungi : 66942364 - 97794359 - 65985248 - 66515234 - 65536359.

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 10:51 PM | 0 comments ShareThis



WWW.SMART-PIN-KUWAIT.BEC.BNI

Contact Us at email : admin@inna-k.org or Call: +96560739733