DURBAN, SOUTH AFRIKA 26 JUNI - 4 JULI 2009Kongres ICN adalah pertemuan setiap 4 tahun yang diselenggarakan sebagai akhir masa kepengurusan ICN, pertanggung jawaban presiden dan terjadi pemilihan Presiden dan
ICN Board Members baru untuk periode berikutnya (2009-2013). Kongres ini dihadiri oleh 90 negara dari 133 negara anggota ICN.
Delegasi Indonesia dihadiri oleh Ketua Umum PPNI,
Prof Achir Yani S. Hamid, DNSc sebagai representative, Yupi Supartini, SKp MSc, Sekretaris II PP PPNI (Bidang pendidikan dan latihan, pelayanan dan kesejahteraan) sebagai “technical advisor”dan Arthur Lapian ketua
PPNI Propinsi Sulawesi Utara sebagai support person. Sesuai konstitusi ICN sebagai “representative” mempunyai hak suara dan hak bicara, “technical advisor” mempunyai hak bicara tapi tidak punya hak suara, sedangkan “support person” tidak mempunyai hak suara dan hak bicara.
Kegiatan terbagi 2 bagian besar yaitu Council of National Representatives (CNR) Meeting yang merupakan sidang sidang organisasi ( 26 Juni sampai 30 Juni 2009) dan Congress atau pertemuan ilmiah dari 1 Juli sampai 4 Juli 2009.
Pengurus PPNI/INNA (Achir Yani, Yupi Supartini dan Arthur Lapian)
I. CNR REPRESENTATIVE MEETING
Intisari pembahasan dari CNR meeting adalah sebagai perikut:
1. Pembukaan sidang organisasi oleh Presiden ICN, DR Hiroko Minami. Yang disampaikan dalam pembukaan adalah memperkenalkan Board Members, representative dari masing masing negara dan sambutan dari tuan rumah DENOSA (Democratic Nursing Organisation of South Africa), menjelaskan tentang agenda business meeting of CNR termasuk tata tertib CNR meeting.
Pada malam hari dilaksanakan Opening Ceremony dimana setiap negara melakukan Parade dengan berpakaian khas masing masing negara yang tampil berdasarkan alfabet nama negara. Setiap negara diwakili maksimal 3 representatives, dihadiri oleh pejabat setempat yaitu wakil Presiden South Afrika dan Deputy Ministry of Internal Affair South Afrika.

2. Sidang Organisasi (business session) dipimpin oleh Presiden ICN bergantian dengan Chief Executive Director (CEO). Untuk hal hal tertentu dibantu oleh Vice President I,II dan III, sesuai dengan tupoksi (tugas pokok fungsi) mereka.
Sidang organisasi membahas Laporan pertanggungjawaban Presiden, Laporan CEO, Laporan Membership dan Keuangan. Setiap laporan yang disampaikan dimintakan masukan, umpan balik dan saran dari semua anggota ICN, serta menampung permasalahan di masing masing negara sesuai isu yang dibahas dalam sidang. Bagian yang sangat lama dibahas adalah tentang keanggotaan (membership), dimana ICN mengajukan model baru dalam sistem keangggotaan yang merupakan follow up dari usulan negara Canada, sewaktu di Yokohama tahun 2007 yang lalu.
Model ini bertujuan untuk menambah jumlah keanggotaan di ICN disebut dengan Inclusiveness Membership Model (IMM) dimana setiap negara diperbolehkan untuk mengajukan lebih dari 1 asosiasi, tetapi untuk voting (hak suara) tetap 1 negara 1 suara. Pembahasan sidang cukup lama dan alot mengingat pertimbangan akan dampak yang akan terjadi secara internal di negara masing masing. Presiden INNA juga memberikan pendapatnya.
Pada akhirnya setelah voting disepakati bahwa untuk keanggotaan setiap negara mengupayakan menambah jumlah anggota individual perawat pada asosiasi yang sudah ada dan diakui secara nasional dengan tetap mempunyai 1 hak suara. Ada beberapa pasal dari Konstitusi yang disepakati untuk diamandemen dan beberapa pasal baru yang ditambahkan, baik menyangkut redaksional yang harus diperbaiki dan secara “content” yaitu tentang “membership”.
PPNI/INNA (Indonesia) sedang voting terkait dengan Inclusive Membership Model of ICN
3. ”CNR forum” merupakan forum representative semua negara anggota ICN yang membahas issue penting tertentu. Kali ini ICN mengagendakan 4 isue yang dibahas yaitu: 1. Policy & Politic, 2. Home Based Care, 3. Environmentall Scan dan 4. Primary Health care. Forum I membahas Politic & Policy dan Environmental Scan. Forum II membahas Home Based care dan Primary Health care.
Kami berbagi untuk mengikuti kedua Forum tersebut dan menyampaikan Isue tersebut sesuai kondisi yang ada di Indonesia. Dari 133 negara Indonesia merupakan salah satu negara dari 11 negara yang memasukkan tulisan/materi untuk keempat issues tersebut sebagai “Background Document”.
Saat mendiskusikan secara terbatas dalam close discussion tentang keanggotaan ICN
- Hal penting yang dibahas pada Forum I adalah pentingnya dukungan Peraturan dan perundang-undangan serta kebijakan untuk memberdayakan peran dan fungsi keperawatan. Untuk itu, amat penting perawat terlibat dalam penetapan kebijakan dan formulasi peraturan dan perundang-undangan dalam posisi perawat sebagai nurse politician di Parlemen, Pejabat politik dan Birokrat di Pemerintahan serta berbagai posisi dan jabatan strategis lainnya. Selain itu kemampuan dan keterampilan kepemimpinan termasuk melobi, menegosiasi dan berkomunikasi tingkat tinggi menjadi prioritas.
- Di forum II dibahas: Sharing experience tentang Home Based Carre dan Primary Health care dimasing masing negara. Permasalahan dinegara berkembang hampir sama yaitu communicable disease dan kurangnya sumber daya baik tenaga perawat maupun fasilitas, termasuk teknologi serta pentingnya kompetensi perawat dalam melaksanakan Home Based care dengan aspek legal yang kuat dalam praktek.
- Di forum III dibahas tentang pentingnya perawat melakukan environmental scan untuk memberikan masukan yang bermakna dalam mengkontribusi optimal pada pelayanan kesehatan. Perawat yang dikenal secara dekat dengan kontak terlama dengan masyarakat berada dalam posisi kunci untuk bisa memberikan informasi yang amat berguna untuk menetapkan kebijakan.
- Di Forum IV dibahas Primary Health Care yang konsepnya telah bergeser yaitu dari penanganan masalah communicable diseases ke masalah penyakit degeneratif, dengan fokus tetap pada prevensi dan promosi walaupun aspek kuratif tidak dapat dikesampingkan karena Issu tentang medical treatmen banyak dikemukakan oleh peserta sebagai suatu kondisi yang dihadapi perawat.
Achir Yani dan Yupi Supartini bersama Delegasi Negara lain ketika akan parade pembukaan kongres/konferensi
Mewakili PPNI/INNA, tiga orang Pengurus PPNI berpakaian khas Betawi, Kebaya dengan songket Palembang dan batik khas Sulawesi Utara. Arthur Lapian, Achir Yani dan Yupi Supartini menunggu saat dipanggil untuk parade di depan 5000 peserta kongres/konferensi, 29 Juni 2009.
4. Pemilihan Presiden ICN dan Board Members. Yang mempunyai hak suara adalah Presiden dari setiap Asosiasi Perawat (satu negara untuk satu suara) dan berdarkan yang hadir ada 88 orang.
- Pemilihan Presiden: dari 2 calon yang diajukan terpilih Rosemarry Briant dari Australia
- Pemilihan Board Members untuk 7 area. Negara negara Asia masuk area VII, dari 5 calon diajukan terpilih 3 yaitu dari Jepang, Taiwan dan New Zeland
Pada penutupan sidang (CNR representative), Presiden ICN memberi kesempatan kepada Presiden of Malta Nursing Association untuk mengundang seluruh peserta untuk hadir di Bieneum (pertemuan 2 tahunan) ICN di tahun 2011 dan President of Royal College of Nursing Australian untuk mengundang peserta hadir di Kongres 4 tahun yang akan datang yaitu 2013 yang akan dilaksanakan di Melbourne, Australia. Kedua nya menyajikan video sekilas pandang tentang negara masing masing.
II. Pertemuan Ilmiah (Kongres)
Pertemuan Ilmiah (Kongres) terdiri dari Plenary session, main session, workshop, network meeting dan pameran (exibition) yang disertai presentasi poster. Karena banyaknya pilihan kegiatan kongres dalam waktu bersamaan, maka kami berbagi untuk memilih kegiatan kongres sebagai berikut:
- Plenary Session, yaitu tentang Health and Human Rights; Virginia Henderson Lecture; Globalizatuin and Financing Health System; Motivational Plenary
- Main sesssion yang diikuti: Faculty capacity development, Industrial action, and Strengthening National Nursing Association
- Workshop : Tuberculosis Project Trainers and managers, Positive Practice Environments
- Network : ICN socio economic welfare, ICN Disaster Response Network, dan ICN Leadership for Change Program
Pada Kongres ini dari Indonesia, Ketua Umum PPNI menjadi pembicara pada main session dengan topik Post Traumatic Stress: Causes, Prevention and treatment bersama pembicara lain dari South Afrika dan Croatia, serta menjadi moderator pada topik Pandemic Disaster untuk topik Competency –based Health Human Resources Planning for an Influenza Pandemic (Nova Scotia, Canada), Pandemic Planning: The Role of Scholls of Nursing In Disasters (Canada), HIV Prevention Practices Among African American Immigrants: A Pilot Study (South Afrika) dan Medical History and Nutritional Status of Children Diagnosed with HIV/AIDS (USA)
Ketua PP PPN I, Prof. Achir Yani S. Hamid sebagai Invited Speaker di ICN Congress menyajikan tentang Post Traumatic Stress Disorder/Syndrome
Pada closing ceremony, semua Board Members of ICN yang lama maupun yang baru naik ke atas panggung dan terjadi penyerahan kalung Presiden dari DR Hiroko Minami ke Rosemary Briant dan acara dihadiri pejabat setempat yaitu Walikota di South Afrika.
Pada acara penutupan ini Malta President of Nursing Association dan Australian Nursing Association kembali diberi kesempatan untuk naik keatas panggung dan mengundang seluruh peserta untuk pada hadir di Bineum tahun 2011 dan Kongres di tahun 2013 yang akan datang.
Pengurus PPNI/INNA (Achir Yani, Yupi Supartini dan Arthur Lapian) bersama Presiden ICN 2004-2009: DR. Hiroko Minami dari Jepang
Pengurus PPNI/INNA (Achir Yani, Yupi Supartini dan Arthur Lapian) bersama Presiden ICN Terpilih 2009-2013: Rosemary Bryant dari Australia
South Afrika, 4 Juli 2009
Prof Achir Yani S Hamid,DNSc. Ketua Umum PPNI
Yupi Supartini,SKp MSc, Sekretaris II PP PPNI (Bidang Pendidikan dan Latihan; Pelayanan dan Kesejahteraan)
Sumber : PPNI Pusat Jakarta.Labels: Kongres, PPNI, Seminar
Baca Selengkapnya...